Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Auf Wiedersehen, Herr Klopp

Ketika Liverpool sedang berada di puncak tahta klasemen sementara Liga Primer Inggeris musim ini, tahu-tahu Jürgen Klopp mengumumkan pengunduran diri.

TWITTER.COM/LFC
Pelatih Liverpool FC, Juergen Klopp 

Dia menata dua full back yang hebat, menciptakan trisula penyerang yang dikagumi sekaligus ditakuti lawan, pemain jangkar, bek Virgil van Dijk sampai penjaga gawang seperti Alisson Becker, yang membuat pertahanan hampir tidak tertembus.

Dengan formasi tempur, mental militan dan pantang menyerah itulah, pasukan Si Merah menguburkan impian Lionel Messi dkk meraih kembali trofi Liga Champions.

Liverpool-lah yang meraih trofi Liga Champions 2018/2019 setelah mengalahkan Tottenham Hotspur 2-0 di final.

Ketika Liverpool sedang berada di puncak tahta klasemen sementara Liga Primer Inggeris musim ini, tahu-tahu Jürgen Klopp mengumumkan pengunduran dirinya.

Jika ia mengundurkan diri karena tanpa prestasi atau karena tim asuhannya menghuni papan bawah klasemen serta tidak pernah dihormati lawan, dunia bola akan mengerti.

Namun faktanya sekarang Liverpool sedang berada di puncak keteduhan jiwa. Klopp akan pergi akhir musim ini padahal kontraknya nanti berakhir di tahun 2026. Dunia bola bertanya-tanya: mengapa?

Berita pengunduran dirinya menghadirkan gelombang reaksi terkejut dari berbagai penjuru di seantero jagat raya.

Pelatih asal Jerman berusia 56 tahun ini menyatakan bahwa ia telah 'kehabisan energi' untuk bergelut di dunia sepak bola.

“Aku menyukai segalanya tentang klub ini. Aku menyukai segalanya tentang kota ini. aku menyukai segala yang terkait dengan suporter kami. Aku mencintai tim dan staf. Aku menyukai segalanya. Namun aku tetap mengambil keputusan ini untuk menunjukkan kepada Anda bahwa aku meyakini inilah keputusan yang harus kuambil.

Itulah yang saya alami, entah bagaimana mengungkapkannya, bahwa saya kehabisan energi………”

Salah seorang yang “kehilangan” adalah manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Klopp adalah saingan berat Guardiola selama kiprahnya di Liga Primer Inggeris.

Pep memuji Klopp, “Ia adalah saingan terbaik yang pernah saya miliki dalam hidup saya. Kepergiannya akan membuat saya tidur lebih nyenyak, karena adalah mimpi buruk setiap kali berhadapan dengan Liverpool.”

Lanjut Pep, “Kepergian Jürgen akan membuat Manchester City kehilangan sesuatu. Sepak bola membutuhkan manajer dan kepribadian seperti dia. Liga Primer Inggeris akan merindukannya, semua akan merindukannya.”

Diogo Jota, Mo Salah, Darwin Nunez, Trent Alexander-Arnold, Allison Becker dan lain-lain adalah bintang-bintang Liverpool, namun Hannah Jane Parkinson, kolumnis koran Inggeris, The Guardian, mengatakan Jürgen Klopp lah bintang utamanya.

Karena itulah, dalam kesedihannya, Hannah Jane Parkinson, menulis untuk Klopp: Auf wiedersehen, my dear. You’ll never walk alone.**** 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Musafir Jurnalis

 

Otak Dangkal di Lautan Digital

 

Paskah dan Jeruji Besi

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved