Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Auf Wiedersehen, Herr Klopp

Ketika Liverpool sedang berada di puncak tahta klasemen sementara Liga Primer Inggeris musim ini, tahu-tahu Jürgen Klopp mengumumkan pengunduran diri.

TWITTER.COM/LFC
Pelatih Liverpool FC, Juergen Klopp 

Oleh: Willy Kumurur
penikmat bola

“...... dan pada akhirnya, orang yang paling menarik selalu pergi.”
~~Paulo Coelho (dalam novelnya Eleven Minutes).

STADION Camp Nou, markas pasukan Barcelona, bergemuruh tatkala tim Catalan itu menghajar tim asal Merseyside yaitu Liverpool dengan skor telak 3-0 di leg pertama semifinal Liga Champions musim 2018-2019.

Luis Suarez melesakkan 1 gol sedangkan pemain terbaik dunia Lionel Messi merobek jala gawang yang dikawal Alisson Becker dua kali.

Seminggu kemudian, dengan kepercayaan diri penuh dan keyakinan untuk memenangkan pertempuran, Lionel Messi, Luis Suarez dan seluruh mesin-mesin perang Barcelona menyerbu stadion Anfield, benteng The Reds.

Namun apa yang terjadi? Liverpool meluluh-lantakkan Barcelona dengan skor 4-0, dan dengan agregat 4-3.

Liverpool melangkah gagah ke final. Kolumnis tabloid Sport, Lluis Mascaro, melukiskan bahwa kekalahan telak El Barca adalah sebuah aib.

Ia menulis, “Aib ini akan tercatat dalam sejarah. Memalukan. Tidak ada kata lain untuk menggambarkan hal ini, kegagalan terbesar dalam sejarah Barcelona. Tidak ada yang lebih buruk di abad ini dibandingkan apa yang mereka derita akibat kekalahan ini.”

Pencipta aib bagi Barcelona adalah manajer pelatih Liverpool asal Jerman Jürgen Klopp.

Ialah otak keberhasilan The Reds mempecundangi tim super asal Catalan itu.

Sebelum Jürgen Klopp mengambil alih kepelatihan di klub Liverpool dari tangan Brendan Rogers, kondisi tim sedang mengalami krisis kepercayaan diri dan hanya menduduki peringkat enam klasemen Liga Primer Inggeris.

Hal pertama yang diubah Klopp saat ia bergabung pada 2015 adalah mental para pemain.

Ia mengubah pemainnya menjadi lebih percaya diri serta selalu tampil militan dan tidak pernah menyerah.

Sebelum kedatangan Klopp, pelatih selalu fokus ke satu penyerang bintang dan satu dua gelandang bintang.

Bek dan kiper jarang terperhatikan. Namun, kehadiran Klopp sangat terasa pemerataan yang dilakukannya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved