Opini
Paskah dari Staurosimon ke Anastasimon, Keniscayaan Kehidupan Kekal
Kitapun yang percaya ikut dibangkitkan dari kemanusiaan lama kita dan mengenakan kemanusiaan baru menuju kehidupan kekal.
Ringkasan Berita:
- Ferdinand Djeki Dumais adalah seorang pengusaha asal Tomohon, yang bergabung dengan partai Gerindra.
- Ferdinand adalah anggota DPRD Kota Manado.
- Ferdinand juga merupakan pemerhati masalah sosial dan hak asasi manusia.
Oleh :
Ferdinand Dj Dumais, SE, MM
Ini merupakan tulisan ketiga (Paskah), rangkaian dari tulisan pertama (Minggu Palma) dan tulisan kedua (Jumat Agung).
GERBANG ke Pekan dan Trihari Suci berpuncak pada Perayaan Paskah yang sudah ditetapkan atau dimulai sejak Abad ke 3 di Tahun 325 SM dalam Konsili Nicea 1 (Konsili Ekumenis Pertama). Paskah dirumuskan sebagai berikut:
- Perayaan Paskah adalah Pada Hari Minggu,
- Paskah dirayaakan setelah ekuinoks musim semi,
- Paskah tidak boleh sama atau bertepatan Paskah Yahudi,
Rumusan ini bertujuan agar semua gereja merayakan Kebangkitan Yesus pada hari yang sama.
Dalam budaya Jawa dan Pewahyangan Makna Paskah didaulat dalam cerita Kemenangan Pandawa (Kebaikan) atas Kurawa(Keburukan).
Pandawa terpuruk dan gugur tapi Bangkit dan menangbatas Kurawa yang Batil dan diperkuat dalam Pewahyangan Tokoh Semar yang melambangkan kebijaksanaan tertinggi dan kebangkitan jiwa (Semar Bangun khayangan).
Semar melawan Kegelapan dan membangun Spiritualitas Baru (Semangat Paskah = Kehidupan Baru).
Dalam budaya gereja dan umat perdana (Awal Abad 1 di israel) Yesus Kristus menjadi Tokoh Sentral dan dalam Bahasa Biblis, Yesus adalah penggenapan dari seluruh tradisi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Secara khusus di peristiwa paskah, Yesus menjadi tokoh utama dan strategis.
1. Staurosimon (dari bahasa Yunani Stauros artinya Salib/Penyaliban)
Merujuk pada peristiwa Ppenyaliban dan wafat Yesus Kristus di Kayu Salib pada saat Jumat Agung bermakna cinta kasih tertinggi Allah dan ketaatan Yesus kepada Bapa demi menebus dosa manusia, umat diajak menyatukan penderitaannya dengan penderitaan di Salib dan Allah mengubah Salib dari kehinaan ke kemuliaan.
2. Anastasimon (dari bahasa Yunani Anastasis artinya Kebangkitan)
Merujuk pada peristiwa Kebangkitan Yesus Kristus yang disebut Paskah yang telah mengalahkan dosa dan maut, kebangkitan memberikan harapan dan kehidupan kekal bagi orang percaya dan perayaan Paskah adalah puncak perayaan semua perayaan Iman : Kemenangan terang atas kegelapan dan kehidupan atas kematian
3. Kedua hal baik Staurosimon dan Anastasimon adalah satu kesatuan yang menghasilkan Kebangkitan Baru atas Kematian Dosa dan Maut : Tanpa Salib , Tidak ada Penebusan Dosa; TanpaKebangkitan Iman akan sia sia (1 Kot 15:17).
Jadi kedua peritiwa di atas membentuk Misteri Paskah : Wafatnya mwmbebaskan kita dari dosa dan Kebangkitannya membuka pintu kehidupan baru; Misteri Paskah juga menjadi Pemenuhan atsas semua Puasa Pantang dan Sedekah di Masa Pra Paskah (Persiapan Paskah : 40 hari)
Sebagai Epilog Hari Raya Paskah bukan saja berarti pemenuhan dan penyempurnaan peristiwa iman tetapi terlebih bahwa kebangkitan Kristus telah menyempurnakan kehidupan beriman kita dan menghantarkan kita kepada kehidupan kekal yang berarti masuk falam Persekutuan Tetap dan Mendalam bersama Allah :
- Perwujudan Kebaikan Tertinggi (Summum Bonum)
- Melampaui Waktu (Abadi) : Masa Lalu dan masa Depan menyatu dalam Kebahagiaan
- Kualitas Hidup : penuh Kasih dan bebas dari Kebinasaan
- Kebangkitan Jiwa dan tubuh
- Visio Beatifica : Vis a vis dengan Allah
- Mengenal Allah (Yoh 17:3)
- Kehidupan Kekal bagi orang percaya dimulai dari Ekaristi harian saat ini ; Menanamkan Benih Keabadian dalam diri manusia
- St Thomas Aquinas,? Teolog dan Filsuf. Dalam karyanya Summa Theologiae membahs tentang Visio Beatifica (Pandangan Bahagia : Memandang Allah secara langsung) sebagai tujuan akhir manusi dan inti dari kehidupn kekal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Tulisan-opini-Ferdinand-Dj-Dumais-SE-MM-Foto.jpg)