Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Jurnalis

Catatan Seorang Jurnalis: Salib dan Joker

Pernah ada seorang manusia yang lebih miskin dari Arthur Fleck. Ia disebut sebagai pencipta alam semesta. Sang Alfa dan Omega.

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Manado/HO
OPINI - Catatan Seorang Jurnalis: Salib dan Joker 

SEJUMLAH kritikus menyebut Joker Folie à Deux sebagai film yang gagal.

Saya kira demikian adanya. 

Sepakat.

Film ini penuh dengan dialektika yang tidak pernah benar-benar sampai pada klimaks. 

Ia seperti tubuh yang terus bergoyang tanpa arah, bergerak, tetapi tanpa nyawa.

Namun bagi saya, “dosa” terbesar film ini bukanlah kegagalan artistiknya. 

Yang lebih mengganggu adalah cara film ini mengglorifikasi Joker, si pembuat kekacauan sebagai figur yang nyaris heroik.

Saat layar menyorot Joker, suasana menjadi bergairah. 

Setiap gerakannya dipenuhi sensasi.

Orang-orang di dalam layar berteriak histeris, seolah hendak menyeret penonton ikut masuk ke dalam kegelapan yang memabukkan itu.

Sebaliknya, ketika Arthur Fleck muncul, dunia mendadak redup. 

Layar seperti tertutup mendung.

Hidup terasa seperti rawa payah ; lengket, sunyi, dan tanpa harapan.

Arthur tidak memiliki apa pun yang membuat dunia ingin memandangnya.

Ia miskin, rapuh, tak berdaya, tak waras, sepi, bahkan menjijikkan bagi banyak orang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved