Catatan Seorang Jurnalis
May Day
Merayakan hari buruh 2026, saya teringat pada "nabi" nya. Juga "nabi" saya terdahulu. Yakni Karl Max.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Ringkasan Berita:
- Merayakan hari buruh 2026, saya teringat pada "nabi" nya.
- Juga "nabi" saya terdahulu. Karl Max.
- Dalam sebuah periode kehidupan, saya pernah jadi Sosialis.
Merayakan hari buruh 2026, saya teringat pada "nabi" nya.
Juga "nabi" saya terdahulu. Karl Max.
Dalam sebuah periode kehidupan, saya pernah jadi Sosialis.
Sewaktu muda saya gemar membaca buku-buku kiri.
Tapi yang membawa saya ke pangkuan Marx adalah kontemplasi hidup.
Saya merasa seperti Marx muda yang melihat agama sebagai candu.
Umat diajak untuk melupakan derita dunia dan menengadah ke sorga.
Ini tidak lain untuk memuluskan penindasan.
Pemerintah, politikus dan pengusaha adalah tripartit penindas kaum proletar.
Para tokoh rohani adalah sekutu dekat ketiganya.
Sabda nirwana yang disampaikan adalah senjata paling kuat untuk melemahkan sikap kritis warga.
Nyaris saya jadi atheis.
Tapi entah kenapa selalu ada yang menghalangi saya untuk jadi atheis.
Seakan ada sesuatu kekuatan yang menarik saya dari kiri ke kanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Hri-buruh-eafgwergw.jpg)