Catatan Jurnalis
Catatan Seorang Jurnalis: Salib dan Joker
Pernah ada seorang manusia yang lebih miskin dari Arthur Fleck. Ia disebut sebagai pencipta alam semesta. Sang Alfa dan Omega.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Gryfid Talumedun
Ia kaya, tetapi dilahirkan dalam keluarga miskin yang tak terpandang.
Bahkan kelahirannya terjadi di sebuah kandang binatang.
Saya kira, semiskin-miskinnya manusia, jarang ada yang lahir di tempat seperti itu.
Hidup-Nya sederhana.
Ia bahkan pernah berkata “Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
Banyak orang menganggap-Nya gila.
Ada pula yang menuduh-Nya kerasukan setan.
Namun yang paling tragis adalah cara Ia mati: disalibkan.
Pada masa itu, salib adalah hukuman paling hina, diperuntukkan bagi para penjahat.
Di atas kayu salib, Ia disetarakan dengan para kriminal terkutuk.
Ia adalah Yesus.
Barangkali Ia adalah manusia paling miskin, paling menderita, dan paling ditolak dalam sejarah.
Tetapi dari tubuh yang diremukkan itu, manusia justru menerima kesembuhan.
Jika Yesus datang sebagai pahlawan yang menaklukkan Romawi, seperti impian banyak orang Yahudi pada masa itu, mungkin Ia akan dielu-elukan.
Namun manusia tetap akan mati seperti Adam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Catatan-Seorang-Jurnalis-Salib-dan-Joker.jpg)