Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Willy Kumurur

Catatan Awal Tahun 2024: Perjalanan Ini

Kita harus bergulat dengan Dixon saat ia 'menyimpulkan' bahwa sesungguhnya banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab dalam hidup ini.

|
handover
dr Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Buku

SEBUAH pertanyaan filosofis tentang hidup ini kerap datang menyengat kita: ke manakah arah perjalanan hidup ini?

Menurut Athena Dixon dalam bukunya, The Loneliness Files, membutuhkan waktu bagi kita untuk menyadari ke arah mana kehidupan menarik kita dan apakah arah tersebut semakin menjauh atau semakin dekat dengan orang-orang yang kita cintai.

Memoar yang ditulis oleh Athena Dixon dalam kumpulan esai, The Loneliness Files, terbit akhir tahun 2023, membuka beberapa pertanyaan paling mendasar dalam hidup melalui kacamata kesepian.

Ia merangkum beberapa esai yang ditulis selama dunia dilanda dan dihantam virus Corona, tatkala orang-orang terisolasi dan terasing, hidup sendirian untuk sekian lamanya, terpisah jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta.

Bahwa kesendirian (kesepian) itu begitu menyiksa, yang melontarkan mereka ke keterpencilan yang asing dan 'menyakitkan'.

Dixon mengeksplorasi tema-tema termasuk koneksitas dan visibilitas.

Ia menjelaskan apa artinya mencari keutuhan sambil menavigasi dampak kekuatan baik internal maupun eksternal.

Di dunia di mana keterputusan, isolasi, dan ketidak-tampakan merajalela, dan visibilitas tidak selalu merupakan obat mujarab.

Kita -sebagai pembaca- harus bergulat dengan Dixon saat ia 'menyimpulkan' bahwa sesungguhnya banyak pertanyaan yang tidak dapat dijawab dalam hidup ini.

Perenungan penting lainnya berpusat pada bagaimana kita dapat melihat kemanusiaan satu sama lain dalam menghadapi semakin banyak hambatan dalam hubungan antar manusia yang sejati.

Transformasi masyarakat digital mengaburkan perbedaan antara realitas dan virtualitas antara manusia, sehingga muncul 'fenomena baru' seperti individualisasi dan kognifikasi.

Akibat teknologi informasi yang berkembang cepat, banyak orang yang membangun tembok tinggi dan tebal sehingga menjadi individualis dan 'terpencil dalam kesendirian dalam dunianya sendiri.'

Dengan semua fenomena di atas, waktu berlalu cepat seperti terbang, dan ternyata kita telah memasuki tahun baru.

Dihitung dari garis fiksi yang merupakan tapal batas yang memisahkan tahun 2023 dan 2024, kita telah sampai di hari kelima perjalanan menyusuri titian waktu yang bernama tahun baru.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved