Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Segini Produksi Sampah Pasca Banjir di Manado Sulawesi Utara, Melonjak Hingga Ratusan Ton

Volume sampah di Manado, Sulawesi Utara, melonjak pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi tanggal 27 Januari 2023.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku
foto pasca banjir di Manado, Sulawesi Utara, tepatnya di Kelurahan Mahawu, banyak tumpukan sampah. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Banjir yang terjadi di Manado pekan lalu tersebut membuat banyak kerugian.

tak hanya adanya korban meninggal, tapi jug ada kerugian materi.

banyak warga yang kini masih berusaha memperbaiki tempat tinggal merera, juga membersihkan dari lumpur.

Baca juga: Perabotan Rumah Jadi Sampah Akibat Banjir, Volume Sampah di Manado Sulawesi Utara Melonjak

Tumpukan sampah di jembatan perbatasan mahawu dan Bailang pasca banjir di Manado
Tumpukan sampah di jembatan perbatasan mahawu dan Bailang pasca banjir di Manado (Ferdi/Tribun Manado)

Ada fakta lain, banjir membuat meningkatnya produksi sampah.

Sampah tersebut rupanya berasal dari barang rumah tangga yang ikut hanyut saat terjadi banjir.

Cukup mengejutkan, peningkatan volume sampah yang terjadi berkali lipat.

Volume sampah dihitung dengan satuan ton, sehingga bisa dibayagkan banyaknya tumpukan sampah.

Baca juga: Banjir di Manado: Pedagang Jualan di Bahu Jalan, Pantai Boulevard Penuh Sampah, Infrastruktur Rusak

Volume sampah di Manado, Sulawesi Utara, melonjak pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi tanggal 27 Januari 2023.

Di hari biasa, sampah yang masuk ke TPA Sumompo rata-rata 60 ton.

Namun pasca banjir, volume sampah mencapai 250-300 ton per hari.

"Volume sampah yang masuk TPA meningkat pesat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manado, Franky Porawouw, Jumat (3/2/2023). 

Baca juga: Update Berita Banjir di Manado: Warga Molas Lari, Pantai Boulevard Dua Dihiasi dengan Sampah Plastik

Meski melonjak, kata dia, sampah tetap tertangani.

TPA Sumompo masih dapat menampung lonjakan sampah. 

Sebut Franky Porawouw, pihaknya mengerahkan delapan armada untuk mengangkut sampah akibat bencana alam.

Franky Porawouw menuturkan, sampah yang ditampung beragam, salah satunya perabotan. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved