Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sulawesi Utara

Segini Produksi Sampah Pasca Banjir di Manado Sulawesi Utara, Melonjak Hingga Ratusan Ton

Volume sampah di Manado, Sulawesi Utara, melonjak pasca bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi tanggal 27 Januari 2023.

Penulis: Alpen Martinus | Editor: Alpen Martinus
tribunmanado.co.id/Ferdi Guhuhuku
foto pasca banjir di Manado, Sulawesi Utara, tepatnya di Kelurahan Mahawu, banyak tumpukan sampah. 

Amatan Tribunmanado.co.id, cukup banyak perabotan rumah yang jadi sampah. 

Ada kursi, meja, sofa, serta kasur. 

Perabotan ini sudah rusak parah, seperti milik Arni, warga Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting. 

Ia merelakan sofa dan kasurnya untuk diangkut ke Sumompo. 

"Sofa itu sudah robek, sedang kasur sudah sangat bau," ujarnya. 

1675 Warga Manado Sulawesi Utara Mengungsi Akibat Banjir

Sebanyak 1675 warga Manado, Sulawesi Utara, mengungsi akibat banjir dan longsor pada 27 Januari 2023.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, pengungsian terbesar berada di Kecamatan Bunaken, yakni 948 warga.

Kemudian Kecamatan Paal Dua 370 orang, Singkil 215, Tikala 100, dan Wenang 41 orang.

Sebanyak 34 kelurahan di 9 kecamatan terdampak banjir.

Kesembilan kecamatan itu adalah Kecamatan Singkil, Mapanget, Tikala, Tuminting, Wenang, Sario, Bunaken, Paal Dua, dan Wanea.

Sedangkan longsor terjadi di di 22 kelurahan di 7 kecamatan.

Kecamatan terdampak longsor berada di Kecamatan Tikala, Singkil, Wanea, Bunaken, Mapanget, dan Wenang.

Korban jiwa akibat banjir dan longsor berjumlah 5 orang dengan rincian meninggal dunia akibat banjir 1 warga dan longsor 4.

Selain korban meninggal, tanah longsor mengakibatkan warga menderita luka berat dan luka ringan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved