Catatan Wartawan
Paskah dan Jeruji Besi
Korupsi dana bencana tergolong kejahatan kemanusiaan yang berat. Para pelakunya pantas dihukum berat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Ventrico Nonutu
Saya kira "Paskah Keramat" merupakan potret dari penegakkan hukum yang mulai berani menyentuh titik sensitif.
Sebagaimana penghakiman Tuhan bisa datang kapan saja, demikian pula hukum tak bisa ditunda karena alasan hari raya.
Para Jaksa ini wajib didukung karena merekalah alat Tuhan yang menyandang pedang untuk menegakkan keadilan.
Saya berharap jeruji dapat menjadi semacam "retreat" Paskah bagi para tersangka ini untuk merenung.
Dan di balik rompi merah muda akan muncul kesadaran bahwa kejujuran lebih baik dari jabatan.
Pada akhirnya ini bukan hanya tentang keempatnya, tapi juga para "garong" yang belum tersentuh hukum.
Juga untuk kita semua. Untuk saya dan saudara.
Kita semua orang berdosa. Hina dina, pelacur di hadapan Allah.
Hanya kita lebih beruntung karena belum ditangkap.
Kita yang berada di luar penjara tak lebih suci dari mereka.
Bahkan mungkin lebih terkutuk.
Kita, bangsa ini, butuh belas kasihan dari Tuhan.
Semoga Paskah kali ini bukan sekadar seremoni bagi kita, tapi benar-benar menjadi momentum bagi bangsa ini untuk mengubur dalam dalam budaya korupsi dan bangkit sebagai bangsa yang bermartabat di mata Tuhan dan manusia.(Arthur Rompis)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Tiga-tersangka-kasus-dugaan-korupsi-dana-stimulan-bagi-korban-bencana-alam-gunung-Ruang-Sitaro-asg.jpg)