Catatan Wartawan
Paskah dan Jeruji Besi
Korupsi dana bencana tergolong kejahatan kemanusiaan yang berat. Para pelakunya pantas dihukum berat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Ventrico Nonutu
TAHUN lalu, lima tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah GMIM menghuni sel tahanan Polda Sulut jelang hari raya Paskah.
Kini, tiga tersangka kasus dugaan korupsi dana stimulan bagi korban bencana alam gunung Ruang Sitaro ditahan oleh Kejati Sulut beberapa hari jelang Paskah.
Entah ini memang diatur demikian seperti Jumat keramatnya KPK - mungkin sebagai simbol penghakiman atas dosa korupsi sekaligus kebangkitan bangsa ini.
Atau mungkin cuma kebetulan.
Hari eksekusinya ya bertepatan dengan masa sengsara Paskah.
Selasa (31/3/2026) datang seperti biasa.
Matahari bersinar cerah, tanpa angin, hingga terasa gerah, meski baru pukul 8 pagi.
Seperti biasa pula Sekda Sitaro Denny Kondoy mendatangi Kejati Sulut untuk pemeriksaan kasus dugaan korupsi dana stimulan bagi korban bencana alam gunung Ruang Sitaro.
Denny sudah lima kali diperiksa, makanya ia merasa kunjungan kali ini sebagai rutinitas.
Ia terlihat santai.
"Saya penuhi panggilan Kejati," katanya kepada wartawan sambil melempar senyum.
Nah sebelas jam kemudian, di tempat yang sama, Kondoy juga melempar senyum.
Tapi kali ini terasa getir.
Rompi merah muda membungkus badannya, menutup batik hitam yang tadi pagi ia kenakan.
Di depannya ada mantan Penjabat Bupati Sitaro Joy Oroh yang juga jadi tersangka.
Ekspresi Oroh datar.
Seperti saat tengah memimpin rapat kala menjabat Kaban BPBD atau Kadis Perhubungan Pemprov Sulut.
"Nanti saja ya," kata dia saat dimintai tanggapan oleh wartawan.
Peran mereka lantas dibeber oleh Aspidsus Kejati Sulut Zein Munggaran.
Denny disebut mengetahui dan membiarkan terjadinya penundaan proses penyaluran bantuan.
Adapun Oroh dianggap mengetahui dan membiarkan terjadinya penundaan proses penyaluran bantuan.
Di tengah penghayatan minggu sengsara Yesus Kristus yang mati untuk menebus dosa manusia, para pejabat ini diduga memikul "salib" yang mereka rakit sendiri dari potongan kebijakan yang menyimpang.
Salib memang adalah penderitaan. Tapi tak semua penderitaan adalah Salib.
Penderitaan karena dosa sendiri adalah sebuah hukuman alias bahasa Manado nya "bodok sandiri".
Saya ingat, saat erupsi gunung ruang, banyak warga yang mengungsi ke Minahasa Utara.
Beberapa diantara mereka saya wawancarai dan terungkap kepedihan serta harapan.
"Rumah saya sudah hancur, saya mohon pemerintah membantu saya dengan membangun kembali rumah itu," katanya.
Dan akhirnya dana itu diduga disunat. Tak seratus persen masuk ke kantong ibu yang saya wawancara itu.
Saya sedih membayangkan ibu ini ; sudah ditimpa bencana, jadi korban korupsi pula.
Korupsi dana bencana tergolong kejahatan kemanusiaan yang berat. Para pelakunya pantas dihukum berat.
Saya kira "Paskah Keramat" merupakan potret dari penegakkan hukum yang mulai berani menyentuh titik sensitif.
Sebagaimana penghakiman Tuhan bisa datang kapan saja, demikian pula hukum tak bisa ditunda karena alasan hari raya.
Para Jaksa ini wajib didukung karena merekalah alat Tuhan yang menyandang pedang untuk menegakkan keadilan.
Saya berharap jeruji dapat menjadi semacam "retreat" Paskah bagi para tersangka ini untuk merenung.
Dan di balik rompi merah muda akan muncul kesadaran bahwa kejujuran lebih baik dari jabatan.
Pada akhirnya ini bukan hanya tentang keempatnya, tapi juga para "garong" yang belum tersentuh hukum.
Juga untuk kita semua. Untuk saya dan saudara.
Kita semua orang berdosa. Hina dina, pelacur di hadapan Allah.
Hanya kita lebih beruntung karena belum ditangkap.
Kita yang berada di luar penjara tak lebih suci dari mereka.
Bahkan mungkin lebih terkutuk.
Kita, bangsa ini, butuh belas kasihan dari Tuhan.
Semoga Paskah kali ini bukan sekadar seremoni bagi kita, tapi benar-benar menjadi momentum bagi bangsa ini untuk mengubur dalam dalam budaya korupsi dan bangkit sebagai bangsa yang bermartabat di mata Tuhan dan manusia.(Arthur Rompis)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado dan Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Tiga-tersangka-kasus-dugaan-korupsi-dana-stimulan-bagi-korban-bencana-alam-gunung-Ruang-Sitaro-asg.jpg)