Opini
Bayang-Bayang Seragam di Panggung Sipil
Gus Dur pernah berkata dengan nada jenaka namun tajam: “Militer itu seringkali seperti anak kecil. Kalau tidak dikasih mainan, dia bisa marah.”
Chantal Mouffe dalam The Democratic Paradox (2000) menegaskan: “Konflik adalah inti demokrasi; membungkamnya berarti membunuh demokrasi itu sendiri.” Oleh karena itu, demokrasi Indonesia hanya bisa hidup bila rakyat dibiarkan berbeda pendapat, bahkan bersuara lantang terhadap negara.
Penutup: Menjaga Lilin Demokrasi
Bung Hatta pernah berkata: “Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi karena lilin-lilin kecil di desa” (Mohammad Hatta, Memoir, 1979). Pesan ini adalah pengingat bahwa kekuatan demokrasi ada di akar rumput, pada keberanian rakyat biasa untuk bersuara.
Franz Magnis Suseno mengingatkan dalam Etika Politik (1999): “Demokrasi hanya bisa bertahan bila rakyat berani melawan setiap bentuk ketidakadilan.” Maka, melawan militerisasi sipil bukanlah tindakan anti-negara, melainkan justru bentuk kesetiaan pada demokrasi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Herkulaus-Mety.jpg)