SMAN 7 Manado masuk dalam jajaran sekolah peraih TKA tertinggi se-Sulut. Lima siswa berhasil meraih nilai tertinggi pada masing-masing mata pelajaran
Dinamika dialog antara ilmu dan kekuasaan bukan perkara remeh. Ia bukan sekadar etika forum, melainkan menyentuh jantung demokrasi.
Ketika politik kehilangan dimensi panggilan, yang tersisa hanyalah kompetisi kekuasaan. Jabatan menjadi tujuan, bukan sarana.
Penangkapan kepala negara hampir tidak pernah berdampak individual. Konsekuensinya meluas dan kerap ditanggung oleh rakyat.
Romo Fransiscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ, telah menyelesaikan ziarah hidupnya. Namun ia dengan sadar meninggalkan warisan yang tidak selesai.
Angka partisipasi kasar (APK) anak yang mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulawesi Utara ternyata masih di bawah rata-rata nasional.
Dari palungan yang sunyi, terdengar seruan yang tajam: keselamatan dimulai ketika keluarga dilindungi, alam dirawat, dan keadilan ditegakkan.
Investasi harus menjadi pupuk bagi kemakmuran yang berkelanjutan, bukan bahan bakar bagi bencana yang menyengsarakan rakyat.
Setiap musim pemilu, uang mengalir. Setiap uang mengalir, hutan ditebang. Setiap hutan hilang, banjir bandang tiba. Siklusnya linear.
Natal tahun ini mengingatkan kita bahwa Allah tidak menyelamatkan keluarga dari jauh. Ia hadir dalam kegelisahan mereka.
Sejumlah siswa SMA Negeri 7 Manado unjuk prestasi dalam beberapa kompetisi akademik dan non-akademik yang digelar baru-baru ini.
Perlu ada upaya nyata menjadikan Pesparani 2027 sebagai event budaya bersama, di mana masyarakat non-Katolik pun merasa memiliki dan berpartisipasi.
Ajang yang pertama kali digelar ini diselenggarakan pada 17 hingga 21 November 2025 di Kota Manado dengan mengangkat tema ‘Peziarah Pengharapan’.
Masyarakat diharapkan mampu menjadi kader kesehatan jiwa yang tanggap, peduli, dan aktif dalam menjaga kesehatan mental di lingkungan mereka.
Ketika kita memanipulasi figur pahlawan, kita juga memanipulasi identitas. Kita sedang membangun sejarah yang cacat.
Paskokat bukan sekadar “pasukan,” tetapi simbol zaman baru kaum muda Katolik: kuat dalam iman, teguh dalam moral, dan lembut dalam pelayanan.
Pertemuan selama hampir 2 jam itu berlangsung hangat, santai dan diselingi tawa bersama.
Dalam momen istimewa ini, sembilan frater biarawan MSC yang berkaul kekal mengangkat tema “Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”.
Ada beberapa kemiripan antara Langley dan Boseke yakni perjuangan mereka yang gigih dan tulus dengan ketekunan seorang peneliti dan intuisi tajam.
Siswi SMA Negeri 8 Manado ini mengaku tertarik menjadi tenaga kesehatan karena sangat menyukai pelajaran biologi dan kimia.