Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Jawaban Partai Demokrat Belum Deklarasi Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, Mulai Diragukan

Herzaky menyatakan Demokrat enggan berpolemik soal dukungan terhadap Anies Baswedan harus lewat forum resmi.

Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diabadikan bersama istrinya, Annisa Pohan, dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, Elly Lasut. 

Hingga kini, memang Partai Demokrat yang masih belum mendeklarasikan Anies Baswedan lewat forum resmi. Adapun dukungannya hanya disampaikan lewat keterangan Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

AHY menilai pihaknya tidak perlu lagi mendeklarasikan Anies Baswedan secara formal sebagai bakal calon presiden (bacapres) 2024.

"Sudah kami sampaikan bahwa sikap Partai Demokrat sudah sangat jelas," kata AHY usai menghadiri acara Haul ke-12 KH Zainuddin MZ, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2023) malam.

AHY juga menyebut Demokrat sudah menyampaikan sikap dukungan untuk Anies saat menerima kunjungan DPP Partai Nasdem

"Kami juga mengutarakan apa yang menjadi sikap dan posisi Partai Demokrat terkait dengan bagaimana Koalisi Perubahan ini bisa segera terwujud, segera terealisasi," pungkasnya.

Prabowo Raih Simpati Jokwi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal Pemilihan Presiden 2024 saat hadir dalam HUT ke-8 Partai Perindo di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada akhir tahun lalu.

Jokowi memprediksi Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menjadi Presiden.

“Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan para peserta hadir.

Mendengar ucapan Presiden, Prabowo yang juga hadir dalam acara tersebut lalu berdiri dan memberikan hormat pada presiden.

Pengamat komunikasi politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai sangat memungkinkan Jokowi melakukan endorse kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menurut Qodari, Prabowo juga sering mendampingi Jokowi dalam berbagai kesempatan, padahal acara tersebut bukan merupakan agenda khusus menyangkut bidang pertahanan.

"Endorsement itu menurut saya harus dilihat dari peristiwa lain, misalnya seberapa sering Pak Jokowi hadir bersama dengan tokoh tertentu, yang kedua ada gak misalnya acara-acara yang wilayahnya Pak Jokowi yang diwakilkan kepada salah satu tokoh misalnya ada acara olahraga itu Pak Prabowo mewakili Pak Jokowi. Ini kan menarik beliau kan bukan Menpora beliau kan Menteri Pertahanan. Ini lebih tepatnya dibaca sebagai endorsemen ketimbang membaca nama-nama yang hadir di acara partai atau ormas," kata Qodari, dalam tayangan program televisi nasional yang dikutip, Jumat (24/2/2023).

Dikatakannya, yang lebih penting diperhatikan adalah jika ingin dapat suara dari Presiden Jokowi adalah calon tersebut harus memberi sinyal. Dalam hal ini kata Qodari sinyal yang paling kuat diberikan adalah dari Prabowo Subianto.

"Prabowo memberikan sinyal kuat saya mau dukung Pak Jokowi. Kita lihat beberapa kali pidato Pak Prabowo sering memuji Pak Jokowi dengan keteguhannya keberaniannya termasuk yang paling terakhir partai Gerindra menyatakan sangat jelas dan tegas akan didukung dilanjutkannya pembangunan IKN," ujar Qodari.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved