Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Jawaban Partai Demokrat Belum Deklarasi Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, Mulai Diragukan

Herzaky menyatakan Demokrat enggan berpolemik soal dukungan terhadap Anies Baswedan harus lewat forum resmi.

Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diabadikan bersama istrinya, Annisa Pohan, dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, Elly Lasut. 

"Bagi kami ketika yang paling penting adalah memastikan 20 persen kursi dipenuhi. Agar koalisi perubahan bisa berlayar dan Mas Anies maju sebagai bacapres," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sikap partai Demokrat yang tidak kunjung mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) lewat forum resmi kembali menjadi pertanyaan. Hal ini pun menjadi polemik di internal koalisi perubahan.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyatakan koalisi perubahan sejatinya masih belum terbentuk karena yang baru mendeklarasikan Anies Baswedan lewat forum resmi hanya NasDem dan PKS.

"NasDem kan sudah menyatakan sikapnya lewat Rakernas, PKS juga sudah menyatakan sikapnya kemarin yang dibacakan Dewan Syuro, keputusan Majelis Syuro kan dan ditetapkan di Rakernas," ujar Ali saat dikonfirmasi, Sabtu (25/2/2023).

Ali mempertanyakan dukungan Demokrat kepada Anies Baswedan yang hanya lewat mulut Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia pun menagih adanya dukungan lewat forum resmi.

"Demokrat kan belum menyatakan apa-apa. Demokrat itu baru Ketua Umumnya. Pertanyaanya, apakah Ketua Umum Demokrat memiliki hak untuk menetapkan calon presiden. Apakah kemudian penetapan calon presiden itu menjadi kewenangan ketua umumnya?," tanya Ali.

Lebih lanjut, Ali menuturkan bahwa dukungan yang hanya lewat pernyataan AHY berpotensi digugat oleh internal partainya sendiri.

"Apakah ini sudah dibawa dalam rapat atau apapun namanya. Artinya kita mendorong itu selesai pada tingkat partai masing-masing sehingga nanti koalisi itu terbentuk tidak lagi berpotensi untuk digugat," jelasnya.

Ali pun memahami Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sudah sempat mendatangi Kantor DPP Demokrat pada Rabu (22/2/2023) kemarin. 

Namun, kata Ali, saat itu Paloh tidak menagih kepada AHY agar segera mendeklarasikan Anies Baswedan lewat forum resmi. Baginya, NasDem tak mau mencampuri urusan internal partai.

"Ya kita tidak mau mencampuri urusan internal partainya orang. Setiap partai memiliki mekanisme sendiri-sendiri lah. Tidak perlu diajari, tidak perlu dicampuri kan. Gak etis menurut saya. Karena kan saya sudah sampaikan di beberapa kesempatan untuk mendorong Demokrat dan PKS untuk menyelesaikan mekanisme internalnya," tukasnya.

Sebagai informasi, Koalisi Perubahan adalah gabungan dari tiga partai politik yaitu NasDem, PKS dan Demokrat. Adapun NasDem mendeklarasikan mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024 pada 3 September 2022.

Nama Anies Baswedan sebelumnya masuk dalam bursa bakal Capres 2024 Partai NasDem bersama Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo. Deklarasi yang dilakukan Partai NasDem ini menjadi cikal munculnya nama koalisi perubahan. 

Kemudian, PKS pun menyusul dengan menggelar Musyawarah Majelis Syuro PKS VIII pada 23 Februari 2023 lalu. Hasilnya, Partai besutan Ahmad Syaikhu itu pun seluruh Majelis Syuro sepakat untuk mengusung Anies menjadi calon presiden.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved