Tajuk Tamu Tribun Manado
Bantu Kepolisian Perangi Hoaks
Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita hoaks dan jangan pula menyebarkan berita-berita hoaks.
3. Bertanya pada ahli
Untuk lebih memastikan lagi, bertanya langsung kepada ahli dalam bidang tertentu. Misalnya, bertanya kepada ahli hukum, mengenai informasi tidak jelas mengenai kasus hukum tertentu, yang ramai beredar di masyarakat.
Selain itu, kita pun bisa memanfaatkan situs-situs yang menyediakan layanan pengecekan fakta, agar berita hoaks dapat dihindari.
4. Lawan dengan humor
Salah satu cara ampuh dan positif dalam memerangi perasaan yang didapatkan setelah membaca berita hoaks ialah dengan tertawa. Humor atau candaan dianggap efektif dalam memerangi stres dan kecemasan, akibat hoaks.
Mengubah perasaan amarah, stres, dan kecemasan menjadi aksi disebut bisa membantu, seperti membuat petisi untuk menghilangkan berita hoaks hingga melakukan protes.
Hal ini diyakini efektif untuk mengalahkan rasa stres yang kita rasakan, setelah membaca berita hoaks.
Sebelum memercayai berita secara utuh, cari tahu kebenarannya, dengan bertanya kepada ahli, serta melihat kredibilitas sumbernya.
Selain itu, tak ada salahnya bersikap skeptis, dengan tidak mudah memercayai suatu informasi. Jika bukan kita yang menyaring berita hoaks supaya tidak “menyerang” diri sendiri dan orang-orang terdekat, siapa lagi?
Kepolisan Negara Republik Indonesia hanya membutuhkan bantuan dari kita masyarakat. "Jangan mudah terprovokasi dengan berita-berita hoaks dan jangan pula menyebarkan berita-berita hoaks". (*)
Baca juga: Habib Rizieq Shihab Dikabarkan Bakal Balik Indonesia, Pimpin Revolusi Selamatkan NKRI
Baca juga: Cristiano Ronaldo Positif Covid-19, Mega Bintang Juventus Bakal Absen di Tiga Pertandingan
Baca juga: Menurut IMF Lockdown Adalah Solusi Untuk Memulihkan Ekonomi dengan Lebih Cepat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ventje-jacob-3.jpg)