Tajuk Tamu Tribun Manado

Nilai-nilai Kultural dalam Musik Hawaian

Estetika dikaitkan dengan satu tolok ukur bahwa yang indah adalah yang memberi kepuasan, yang indah adalah yang berharga pada dirinya.

ist
Ibu-Ibu KJRI dan Kawanua Perth memainkan alat musik Musik Kolintang 

Kendati demikian, keberadaan musik lokal Maluku dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik yang umumnya dimiliki oleh semua musik lokal Maluku. (bdk. Dewi Tika 2017: 9).

Guntur Romli: Faktanya Habib Rizieq Tidak Dicekal Oleh Pemerintah RI, Tapi Pemerintah Saudi

Sebagai upaya untuk menguak nilai-nilai filosofis musik hawaian, penulis merujuk dari kajian, Christian Izaac Tamaela, sebagaimana juga dikutip oleh Dewi Tika, yang menyatakan dalam kajian “Contextualization of music and liturgy in Molluccan Church” (ibid. hlm. 10.), bahwa:

Pertama, musik lokal Maluku menggunakan teks dari bahasa atau dialek lokal masyarakat Maluku. Musik lokal Maluku sejatinya bersumber dari teks bahasa atau dialek asli orang Maluku.

Ketika kita mendengar lagu yang kita kenal dengan sebutan lagu Ambon, secara otomatis kita mendengarkan dialek lokal masyarakat Maluku. Dialek lokal ini menjadi identitas yang dinamakan lagu Ambon.

Mobil Perampok Rp 560 Juta Ditembaki sebelum Terbakar, Video Viral di Medsos

Kedua, sebagaimana juga musik-musik beberapa daerah lain di Indonesia, musik lokal Maluku selalu dihubungkan dengan berbagai ritual budaya, yang mana hal itu juga mengekspresikan kenyataan hidup masyarakat Maluku, seperti ritual ‘pela-gandong’ yang menunjuk pada hubungan persaudaraan semua masyarakat Maluku.

Sebagaimana kita ketahui, konsep ‘pela gandong’ menjadi sebuah kata kunci dalam membangun sebuah persaudaraan bagi orang Maluku. Konsep ini memang khas Maluku, tapi nilai dan makna yang mendalam dari konsep ‘pela gandong’ ini menjadi nilai budaya yang layak dan pantas untuk diketahui oleh semua orang, bahwa kita adalah satu dalam sebuah persaudaraan.

Ketiga, instrumen musik lokal Maluku dikreasikan baik dengan memanfaatkan bunyi benda-benda di alam, seperti batu, kayu, bambu, dan kulit siput, maupun dengan menerima instrumen musik dari luar Maluku yang mentradisi di Maluku.

KONDISI Rizieq Shibab Terungkap, Bayar Kontrakan di Arab Saudi dan Tak Bisa Cari Nafkah Keluarga

Karena alam memiliki kekayaan yang memadai, maka alam pun membawa dampak positif pun dalam pengembangan hidup sosial lewat musik. Kreasi orang Maluku yang memberdayakan benda-benda alam, patut memperkaya pemahaman kita akan arti dari kekayaan alam di sekeliling kita.

Keempat, musik lokal Maluku selalu dipertimbangkan sebagai milik bersama semua masyarakat Maluku, yang turut menjadi warisan budaya masyarakat Maluku. Rasa memiliki yang kuat dari orang Maluku, terutama musik lokalnya, menjadi sebuah pijakan yang sangat mumpuni masyarakat luas (kita semua).

Kita bisa perlu menyadari bahwa jika musik lokal itu merupakan warisan budaya, maka musik itu harus dianggap sebagai milik bersama, dan menjadi kekayaan bersama. Maka dari itu, tanggung jawab sebagai pemilik musik itu, pun turut dipikul oleh kita semua.

Ini Kata Pakar Gestur soal Agnez Mo Sebut Tak Miliki Darah Indonesia: Tidak Ada Emosi Merendahkan

Halaman
123
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved