Tajuk Tamu Tribun Manado

Pikiran Sesat soal Kumpul Kebo di Tanah Minahasa

Apakah mudah bagi seorang perempuan Minahasa hidup tanpa ketidakpastian status (kumpul kebo)? Sebagai orang Minahasa, saya mengatakan, “Tidak.”

Pikiran Sesat soal Kumpul Kebo di Tanah Minahasa
ISTIMEWA
Pnt Ivan Rinaldi Luntungan SE MM Bendahara Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia 

Penulis:
Pnt Ivan Rinaldi Luntungan SE MM
* Bendahara Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia
* Fungsionaris Perkumpulan Wanua Tumaluntung

PAGI ini saya mendapat pertanyaan dari seorang teman lewat aplikasi pesan di HP saya. Dia bertanya perihal reaksi saya terkait pernyataan seorang ahli hukum tentang wilayah yang menoleransi “kumpul kebo” dalam sebuah tayangan talkshow di salah satu televisi swasta nasional.

Saya pun membalas pertanyaan teman saya itu dengan mengatakan, “Kok saya yang ditanya?” Ia kemudian beralasan bahwa, pertama, saya orang Minahasa; yang kedua, terkait jabatan struktural saya di lembaga aras gereja nasional; dan terakhir, karena saya dianggap sedang menggebu-gebu belajar hukum di salah satu universitas swasta terkemuka di Jakarta.

Sontak alasannya tersebut membuat saya pun menjawab singkat, “Jangan menggeneralisasi sesuatu hal dengan agama dan suku tertentu, bahaya! Bisa salah kaprah masyarakat.”

Saya sebagai orang Minahasa dan kebetulan juga menjadi pengurus perkumpulan orang-orang Minahasa yang berada di Jabodetabek merasa terusik dengan pernyataan tersebut dan harus meluruskannya dengan benar, setidaknya dengan yang saya pahami dan saya alami sendiri.

Menurut saya, menggeneralisasi sesuatu hal, apalagi jika hal itu merupakan sesuatu yang sensitif di tengah masyarakat yang kental dengan budaya dan agama seperti di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Utara, haruslah secara jelas dan ‘clear’ supaya masyarakat yang mendengarnya tidak salah persepsi.

Perempuan Minahasa

Siapa yang tidak kenal dengan perempuan Minahasa yang cantik-cantik dan berwawasan luas, pintar dan selalu menjaga penampilanya? Banyak yang mengatakan 1 dari 5 wanita yang cantik dari Indonesia berasal dari perempuan Suku Minahasa.

Memang, dari kacamata saya, secara fisik perempuan Minahasa dianugerahi paras dan penampilan yang menarik. Ini merupakan satu hal yang wajar saja karena perempuan Minahasa merupakan campuran penduduk asli Minahasa dengan pendatang dari Eropa seperti Belanda, Spanyol dan Portugis.

Baca: Jefry Paat : Terkait Pernyataan Andi Hamzah yang Sebut Manado Mentolerir Kumpul Kebo

Baca: Sosok Profesor Andi Hamzah yang Sebut Manado Tolerir Kumpul Kebo, Pernah Tugas di Manado

Baca: Manado Disebut Toleransi Kumpul Kebo, Sekum GMIM Nilai Pendapat Prof Andi Hamzah Subjektif

Perempuan Minahasa dikenal sebagai sahabat yang menyenangkan, murah senyum, tampil anggun dan penuh wibawa serta penuh inisiatif. Inilah juga yang menjadi kesempurnaan perempuan Minahasa di mata kaum lelaki.

Lalu, apakah mudah bagi seorang perempuan Minahasa hidup tanpa ketidakpastian status (kumpul kebo)? Sebagai orang Minahasa, saya mengatakan, “Tidak.”

Halaman
123
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved