Sulawesi Utara

Manado Disebut Toleransi Kumpul Kebo, Sekum GMIM Nilai Pendapat Prof Andi Hamzah Subjektif

Manado Disebut Toleransi Kumpul Kebo, Sekum GMIM Nilai Pendapat Prof Andi Hamzah Subjektif

Manado Disebut Toleransi Kumpul Kebo, Sekum GMIM Nilai Pendapat Prof Andi Hamzah Subjektif
TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE
Pdt Evert Tangel, Sekretaris Umum (Sekum) BPMS GMIM (kiri), kolase Stefa Liow, Senator Asal Sulut bicara tentang RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekretaris Umum Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Pdt Evert Tangel STh MPdk, menilai pendapat pakar hukum pidana Prof Dr Andi Hamzah bahwa Manado, daerah yang menolerir kumpul kebo itu pandangan subjektif.

Sebagai daerah mayoritas beragama Kristen, warga diajakan bahwa pernikahan itu kudus.

"Kumpul kebo itu dosa," katanya, Kamis (26/09/2019).

Mengenai klaim Prof Andi soal mengetahui fakta toleransi kumpul kebo di Manado, Tangel sekali lagi mengatakan itu pandangan subjektif.

"Harus tanya pada masyarakat Minahasa apakah memang begitu," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Pakar hukum pidana Prof Dr Andi Hamzah menyebut, ada tiga daerah di Indonesia yang menolerir kumpul kebo.

"Bukan dibolehkan, tapi pura-pura tidak lihat, pura-pura tidak tahu." katanya.

Salah satu daerah yang dia sebut yakni Minahasa, Manado.

"Saya pernah jaksa di sana. Memang betul banyak sekali yang kumpul kebo di sana. Jaksa juga kumpul kebo. Tapi bukan saya ya," katanya.

Ia kemudian mengatakan alasan kenapa daerah ini menolerir kumpul kebo.

Halaman
12
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved