Elektabilitas PDIP Tertinggi di Sulut, Pengamat Nilai Wajar karena Beberapa Faktor Ini
Faktor ketiga, yakni banyaknya caleg-caleg yang diajukan PDIP yang mempunyai basis massa yang jelas.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado Riyo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Taufik Tumbelaka, pengamat politik dan pemerintahan di Sulawesi Utara, menilai tingginya elektabilitas PDIP di Sulawesi Utara bukan hal yang mengada-ada.
Survei Poltracking Indonesia menempatkan PDIP dalam urutan teratas elektabilitas Pileg 2019 dengan angka 43,2 persen.
Di bawah PDIP ada Partai Golkar dengan angka 9,3 persen dan Nasdem di urutan ketiga dengan 5,9 persen.
Hasil perhitungan ini menempatkan PDIP diprediksi sebagai juara pemilu 2019 DPR RI Dapil Sulut dengan perolehan 4 kursi dari total 6 kursi yang tersedia.
Taufik menilai kewajaran itu karena sejumlah faktor yang memengaruhi.
Baca: Hasil Survei Poltracking, PDI-P Borong 4 Kursi DPR RI Dapil Sulut, Elektabilitas 43,2 Persen
Baca: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Sulut, Steven Kandouw: Rakyat Makin Jeli Nilai Partai Prorakyat
Pertama, adanya Jokowi dalam pertarungan pilpres yang jelas orang PDIP.
Kedua, mesin parpol sudah teruji dan terbukti berjalan cukup bagus saat kontestasi demokrasi.
Ketiga, faktor banyaknya caleg-caleg yang diajukan PDIP yang mempunyai basis massa yang jelas.
Dalam menghadapi Pileg 2019, PDIP juga memakai strategi menerima kader baru yang berpotensi mendongkrak suara.
Meski hasil survei menempatkan PDIP berada di atas, tapi Taufik menilai PDIP masih harus bekerja keras.
"Karena survei dilakukan beberapa bulan sebelum hari H di mana dinamika politik ke depan akan dilihat apakah akan ada perubahan signifikan terhadap konstelasi politik yang ada," kata dia.
Baca: Hasil Survei Elektabilitas 11 Lembaga Dirilis, Jokowi-Maruf Tetap Ungguli Prabowo-Sandiaga
Baca: Ramai Survei, 3 Caleg PDIP Sulut Urutan Teratas JWS, H2M dan AD
Jebolan Universitas Gadjah Mada Jogjakarta ini menyebut, di waktu sisa dari sekarang sudah pasti parpol lain akan bekerja ekstra keras guna meningkatkan elektabilitas.
Terkait hasil survei tersebut, Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw mengatakan bahwa hal itu menunjukkan penilaian masyarakat.
"Rakyat semakin jeli melihat partai mana yang konsisten, konsisten dalam berdemokrasi, NKRI, dan berjuang untuk rakyat kecil," ujar politikus yang menjabat Wakil Gubernur Sulut.
Poltracking menggelar survei dengan responden seluruhnya warga Sulawesi Utara yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku.
Mereka adalah warga yang minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/Polri.
BERITA POPULER:
Baca: 7 Fakta Taufik Gani, Warga Manado Curi 27 iPhone di Medan: Pria Gay Suka Pamer & Pernah Hina Jokowi
Baca: Pasutri yang Tewas Kecelakaan Maut di Popontolen, Ini Tujuan Mereka dari Lolak ke Manado
Baca: Ibadah Pemakaman Jufri Marsiano Katempunge, Pendeta Sempat Tak Percaya
Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1.000 responden dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang telah dilatih.
Setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan.
Kendali mutu survei adalah pewawancara lapangan minimal mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survei.
Pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) dilaksanakan 14-18 Januari 2019.
Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus (BPS) terakhir. (*)