Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Minahasa

Ibadah Pemakaman Jufri Marsiano Katempunge, Pendeta Sempat Tak Percaya

Ibadah pemakaman Jufri Marsiano Katempuge dipimpin Pdt. Neiva E. Mandey Kaligis MTh, Ketua Jemaat GMIM Eben Heazer Buntong.

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/DEDY MANLESU
Ibadah Pemakaman Jufri Marsiano Katempunge, Pendeta Sempat Tak Percaya 

Ibadah Pemakaman Jufri Marsiano Katempunge, Pendeta Sempat Tak Percaya

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANDOLANG - Selasa (19/02/2019), ratusan orang menghadiri Ibadah Pemakaman Jufri Marsiano Katempuge (33), warga Desa Tateli II, Jaga IV, Kecamatan Mandolang, Minahsa, Sulawesi Utara.

Jufri adalah korban yang tewas tertimpa batu di Desa Tateli II, Kecamatan Mandolang, tepatnya di gunung batu kompleks tambang batu PT Refifal, Senin (18/02/2019) siang, sekitar pukul 13.00 Wita.

Ibadah pemakaman dipimpin Pdt. Neiva E. Mandey Kaligis MTh, Ketua Jemaat GMIM Eben Heazer Buntong.

Pembacaan alkitab di ambil dari Mazmur 146:1-5, yang berjudul Hanya Allah satu-satunya Penolong, bunyinya :

Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku!

Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.

Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan.

Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya.

Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya

Dalam Khotbahnya, Kaligis mengatakan almarhum adalah orang yang sangat rajin, selalu menanyakan apa yang akan dia kerjakan untuk membantu pelayanan

Seperti itulah Kita ini dipercayakan oleh Tuhan bukan untuk berpangku tangan, tapi belajar turun tangan, bukan untuk berdiam diri, tapi diajarkan bergerak, karena tuhan menyiapkan kita menjadi kepala bukan ekor.

Kaligis mengatakan dirinya sempat tidak percaya dengan musibah ini

"Kemarin, saya pun di antara percaya dan tidak dengan musibah yang ada," ujarnya

Lanjut dia, hidup kita manusia ada dalam tangan Tuhan, mari kita melihat cara Tuhan, yang diumpamakan dengan emas yang harus ditempa, pengalamam hidup ini juga tidaklah muda apalagi kehilangan kepala keluarga yang menjadi penopang keluarga ini

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved