Sulut Maju
Hasil Survei Poltracking, PDI-P Borong 4 Kursi DPR RI Dapil Sulut, Elektabilitas 43,2 Persen
Hasil Survei Poltracking, PDI-P Borong 4 Kursi DPR RI Dapil Sulut, Elektabilitas 43,2 Persen
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hasil survei lembaga Poltracking menempatkan PDI-P sebagai partai tertinggi elektabilitasnya di Sulawesi Utara (Sulut).
Sesuai hasil survei elektabilitas PDI-P 43,2 persen.
Hasil ini menempatkan PDI-P jauh dari lawan-lawannya, bahkan Golkar meski menempati urutan kedua elektabilitasnya hanya 9,3 persen, dan Nasdem di urutan ketiga 5,9 persen.
Hasil perhitungan ini menempatkan PDI-P diprediksi sebagai juara pemiku 2019 dapil Sulut dengan perolehan 4 kursi dari total 6 kursi yang tersedia
Ketua DPD PDI-P Sulut, Olly Dondokambey membenarkan hasil survei dari Poltracking.
Lembaga survei tersebut punya kredibilitas.
"Soal hasilnya memang seperti itu," kata dia.
Olly mengatakan, 43 persen elektabilitas jika dikonversi ke perolehan suara mencapai 824.187 suara.
Dari jumlah itu kemudian dikonversi ke perolehan kursi. Olly menjelaskan, pada pemilu 2019 metode konversi suara menggunakan Saint League.
Total perolehan suara kemudian akan dibagi dengan angka 1,3,5 dan seterusnya.
Hasil perolehan kursi akan terlihat di tabel perhitungan.
"pemilih ada 1.9 juta orang, perhitungannya PDI-P dapat 4 kursi," kata dia.
Olly mengakui, metode saint league ini memang menguntungkan partai besar, tapi memang lebih adil perhitungan ini, peromehan suara dihitung penuh beda dengan metode pemilu lalu pakai perhitungan BPP dan suara sisa.
survei PDI-P paling tinggi berbanding lurus dengan elektabilitas Jokowi Maaruf di Sulut yakni 71,9 persen, hampir sama dengan tinggkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw di Sulut yakinj 76,9 persen masih sesuai survei Poltracking.
Olly mengatakan, ini dampak dari sinergitas kepuasan masyarakat kepada presiden dan kepala daerah berdampak ke partai yang mengusung.
"Maka itu otomatis (PDI-P tertinggi), ikatannya jelas, Jokowi bafus, gubernur bagus, partai pendukung bagus," ujar dia.
Adapun sesuai keterangan yang tertera dalam hasil survei tersebut menjelaskan soal metodologi.
Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia di Dapil Sulut yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/Polri.
Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1.000 responden dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.
Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang telah dilatih.
Setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan.
Kendali mutu survei adalah pewawancara lapangan minimal mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survei.
Pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) dilaksanakan 14 - 18 Januari 2019.
Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus (BPS) terakhir.
(Tribun Manado/Ryo Noor)
BACA JUGA:
Baca: Taufik R Gani Ternyata Punya Kebiasaan Pamer, Uang Hasil Curian Ditukar ke Pecahan Rp 50 Ribu
Baca: Ternyata Ini Alasan Jokowi Pegang Pulpen Saat Debat Pilpres, Menurut Pakar Mikro Ekspresi
Baca: Oknum Dosen di Bali Setubuhi Paksa Mahasiswinya sampai 3 Kali, Berawal dari Nilai
Baca: Video Detik-detik Nyawa Keluarga Melayang karena Masalah Tanah, Dipukul Pakai Linggis dan Parang
Baca: VIDEO VIRAL - Gara-gara Cowok, Siswi SMA Ini Dikeroyok Kakak Kelasnya, Lihat Videonya di Sini
TONTON JUGA: