Elektabilitas PDIP Tertinggi di Sulut, Steven Kandouw: Rakyat Makin Jeli Nilai Partai Prorakyat
Hasil perhitungan ini menempatkan PDIP diprediksi sebagai juara Pemilu 2019 DPR RI Dapil Sulut dengan perolehan 4 kursi dari total 6 kursi.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: maximus conterius
Laporan Wartawan Tribun Manado Riyo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hasil survei lembaga Poltracking Indonesia menempatkan PDIP sebagai partai tertinggi elektabilitasnya di Sulawesi Utara dengan tingkat 43,2 persen.
Wakil Ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw, Selasa (19/2/2019), menyampaikan, hasil survei tersebut merupakan penilaian masyarakat. Metodologi jelas dan hasil terukur.
"Rakyat semakin jeli melihat partai mana yang konsisten, konsisten dalam berdemokrasi, NKRI, dan berjuang untuk rakyat kecil," ujar politikus yang menjabat Wakil Gubernur Sulut ini.
Hasil ini menempatkan PDIP jauh dari lawan-lawannya. Bahkan Golkar, meski menempati urutan kedua elektabilitasnya hanya 9,3 persen, dan Nasdem di urutan ketiga 5,9 persen.
Baca: Hasil Survei Poltracking, PDI-P Borong 4 Kursi DPR RI Dapil Sulut, Elektabilitas 43,2 Persen
Baca: Ramai Survei, 3 Caleg PDIP Sulut Urutan Teratas JWS, H2M dan AD
Hasil perhitungan ini menempatkan PDIP diprediksi sebagai juara Pemilu 2019 DPR RI Dapil Sulut dengan perolehan 4 kursi dari total 6 kursi yang tersedia.
Poltracking menggelar survei dengan responden seluruhnya warga Sulawesi Utara yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku.
Mereka adalah warga yang minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah pada saat wawancara, dan bukan anggota TNI/Polri.
Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling. Jumlah sampel dalam survei ini adalah 1.000 responden dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA POPULER:
Baca: 7 Fakta Taufik Gani, Warga Manado Curi 27 iPhone di Medan: Pria Gay Suka Pamer & Pernah Hina Jokowi
Baca: Pasutri yang Tewas Kecelakaan Maut di Popontolen, Ini Tujuan Mereka dari Lolak ke Manado
Baca: Ibadah Pemakaman Jufri Marsiano Katempunge, Pendeta Sempat Tak Percaya
Metode pengumpulan data adalah responden terpilih diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner oleh pewawancara yang telah dilatih.
Setiap pewawancara bertugas mewawancarai 10 responden untuk setiap satu kelurahan.
Kendali mutu survei adalah pewawancara lapangan minimal mahasiswa atau sederajat dan mendapatkan pelatihan (workshop) secara intensif di setiap pelaksanaan survei.
Pengambilan data survei (penentuan responden dan wawancara di lapangan) dilaksanakan 14-18 Januari 2019.
Validasi data sampel dilakukan dengan membandingkan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh melalui data sensus (BPS) terakhir. (*)