Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dengarkan Jeritan Petani Kopra

Mungkinkah Gubernur kita saat ini menjerit, mengingat harga kopra sekarang begitu ‘menyengsarakan’ para petani?

Ist
Gubernur Olly Dondokambey saat bersama para petani kopra 

BEBERAPA waktu lalu di media sosial beredar foto Gubernur Olly Dondokambey sedang mengemas kopra di kebunnya di Minahasa Utara.

Aktivitas itu dia lakukan sebelum berangkat ke kantor.

Foto tersebut bisa diartikan bahwa sang gubernur pun adalah seorang petani.

Sebelum sibuk dengan perannya sebagai gubernur, dia berperan sebagai petani pada pagi hari.

Foto itu juga bisa diartikan sebagai dukungan. Artinya, Gubernur Olly pasti memahami dunia para petani, khususnya petani kopra.

Dia tahu tentang cara bercocok tanam yang baik, pun tahu kala petani menjerit dengan harga kopra, kapan mereka berbahagia karena jerih payah mereka sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Mungkinkah Gubernur kita saat ini menjerit, mengingat harga kopra sekarang begitu ‘menyengsarakan’ para petani? Ataukah Gubernur hanya menutup mata karena tidak punya daya?

Begitu sengsaranya mereka terhadap harga kopra, seorang petani di Bolaang Mongondow Selatan yang bernama Herson, berniat menebang pohon-pohon kelapanya, menjual batangnya, lalu lahan ia tanam dengan cokelat.

Baca: Harga Kopra Menurun Drastis, Penderitaan Petani Kelapa Bolsel Berlanjut

Baca: Bolsel - Harga Kopra Turun, Sugeng Purwono Minta Petani Untuk Bersabar

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bolsel Sugeng Purwono hanya berharap petani bersabar dan tidak menebang pohon kelapa.

Menurut dia, harga saat ini hanya sementara.

“Harga kelapa memang sifatnya fluktuasi, sebentar-sebentar naik begitu juga sebaliknya sebentar-sebentar turun,” kata Sugeng.

Bisa jadi tak sedikit petani yang kini berpikir untuk menyudahi bertani kopra.

Ketika keadaan sudah begitu lama tak menguntungkan mereka, pilihan itu bisa menjadi prioritas karena tak ada jalan keluar untuk mereka.

Bumi Nyiur Melambai, nama lain Sulawesi Utara, bisa saja tinggal sejarah alias kenangan ketika daerah ini tidak lagi memiliki cukup pohon kelapa atau menjadikannya sebagai komoditas utama.

Baca: Harga Kopra Merosot, Keluhan Petani Jadi Viral di Medsos, Dinas Perkebunan Beri Penjelasan

Baca: Legislator Minsel-Mitra Serukan Pemerintah Cari Solusi Masalah Harga Kopra Anjlok

Kelapa yang selama ini kita bangga-banggakan sebagai penopang dan penyokong pertanian tidak lagi demikian jika tak ada lagi petani yang mengusahakannya.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved