Bolsel - Harga Kopra Turun, Sugeng Purwono Minta Petani Untuk Bersabar

Dimintakan kepada petani kelapa untuk bersabar, sebab pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi

Bolsel - Harga Kopra Turun, Sugeng Purwono Minta Petani Untuk Bersabar
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Petani mengangkut kelapa di Desa Dumagin Bolsel 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken Tendeken

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU  Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Sugeng Purwono, enggan menanggapi panjang terkait penurunan harga kelapa olahan (kopra) di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) yang 'menjerat' leher petani.

Kata dia, pihaknya hanya mengontrol produksi bahan pertanian andalan di bumi nyiur melambai Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Harga kelapa memang sifatnya fluktuasi, sebentar-sebentar naik begitu juga sebaliknya sebentar-sebentar turun," ujarnya, di ruang kerjannya, Minggu (8/7).

Dimintakan kepada petani kelapa untuk bersabar, sebab pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Perindustrian dan Koperasi (Disperindagkop).

Mereka akan mencari tahu apa penyebab turunnya harga Coconut ini, apakah karena faktor permainan pembeli, jumlah produksi berlebihan, atau permintaan yang mengalami penurunan drastis.

"Jangan tebang kelapa produktif hanya karena harga kelapa turun, sebentar juga akan naik," imbaunya.

Sementara itu Herson, petani kelapa asal Desa Molibagu mengaku, jika harga kelapa terus-terus seperti ini maka tidak menutup kemungkinan akan ditebang mengingat membawa kerugian bagi pataninnya.

Apalagi kata dia, perbandingan harga pekerja dan pendapatan petani kelapa benar-benar jauh dari kata seimbang yang merugikan pemilik kebun.

"Lebih baik dijual batangnya dan diganti dengan tanaman coklat, yang tau-tau ada hargannya," tandasnya.

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved