Harga Kopra Merosot, Keluhan Petani Jadi Viral di Medsos, Dinas Perkebunan Beri Penjelasan

Harga kopra masih anjlok, petani mengeluh karena pemerintah belum bisa berbuat banyak karena tak bisa mengintervensi pasar

Harga Kopra Merosot, Keluhan Petani Jadi Viral di Medsos, Dinas Perkebunan Beri Penjelasan
Ist
Gubernur Olly Dondokambey saat bersama para petani kopra 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Harga kopra masih anjlok. Komoditas perkebunan andalan petani Sulut itu ada dikisaran Rp 4000 per kilogram, jauh dari harga normal Rp 10000.

Petani kopra mengeluh, pemerintah pun belum bisa berbuat banyak karena tak bisa mengintervensi pasar.

Belakangan status media sosial dalam bentuk surat terbuka di Grup Facebook Manguni 123/Tetengkoren Berguna pemilik akun FB bernama Rafly Likuajang.

Postingan ini menjadi viral sudah mendapatkan lebih dari 1000 coment, 3800 like dan 500 share.

Menariknya dalam postingan tersebut juga menampilkan foto Gubernur Olly Dondokambey yang berada di tempat pengasapan kopra.

Berikut isi lengkap surat terbuka Rafly Likuajang:

Yth : BAPAK GUBERNUR Olly Dondokambey & ANGGOTA DPRD
Salah satu janji kalian adalah MEMPERHATIKAN NASIB PETANI KOPRA...
Salahkah rakyatmu jika mengingatkan kembali janji-janji itu..? SAAT INI HARGA KOPRA TURUN SECARA TAK WAJAR !

1. Sadarkah kalian kalau kursi nyaman yg kalian duduk adalah juga hasil dari para petani Kopra ?
2. Sadarkah kalian kalau mobil nyaman yg kalian pakai juga bagian dari hasil petani Kopra ?

Masih pantaskah Sulut di juluki daerah nyiur melambai ?
Padahal yang melambai saat ini hanyalah tangan petani kelapa yg menjerit kesusahan. Sekarang harga kopra turun drastis sekitar 4000/kg...harga beras 10.000/kg. Apakah rakyat harus di suruh makan kopra ?
Saya melihat di Kampung bagaimana petani kopra menahan ngantuk, tidak tidur sepanjang malam hanya utk mengolah kopra, tapi sayangnya 'kini petani kopra so kurang ja trima nota'.

Halaman
123
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help