TOPIK
WNI Sulut di Kamboja
-
Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) tak bisa melakukan pemulangan paksa WNI yang bekerja ilegal di luar negeri.
-
Saat ini ada puluhan warga Sulawesi Utara yang bekerja di Kamboja.Mereka masuk ke Kamboja bermodal passport dan visa turis
-
Yuliana Mantororing mengaku terkahir berkomunikasi dengan anaknya dua minggu lalu. Kini, Rendy Ondang ditemukan meninggal dunia di Kamboja.
-
Keluarga tengah menanti kedatangan jenazah Rendy Ondang. BP2MI Sulawesi Utara pun berjanji memfasilitasi kepulangan jenazah Rendy dan istrinya.
-
Puluhan warga Sulawesi Utara saat uji bekerja di Kamboja.Mereka masuk ke negara berjuluk Angkor Wat ini menggunakan visa wisatawan.
-
WNI asal Sulut bernama Rendy Ondang ditemukan meninggal dunia di Kamboja. Semasa hidupnya, Rendy dikenal sebagai sosok yang baik.
-
Keluarga Rendy Ondang menanti kedatangan jenazah anaknya di Desa Warembungan. Rendy diketahui meninggal di Kamboja.
-
Marchelino Mewengkang dari Membara Law Firm selaku kuasa hukum keluarga korban membantah keras kabar yang beredar di medsos.
-
Badan Perlindungan Pekerjaan Migran Indonesia (BP2MI) kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan jalur resmi untuk bekerja di luar negeri.
-
Penyebab kematian Rendy Ondang, WNI asal Sulut yang meninggal di Kamboja masih belum diketahui.
-
Cerita Warga Negara Indonesia atau WNI asal Sulawesi Utara yang bekerja di Kamboja.
-
Selain 33 orang, masih ada WNI asal Sulawesi Utara yang bekerja di perusahaan judi Kamboja. Mereka tidak dipulangkan karena tidak melapor.
-
33 WNI asal Sulawesi Utara ternyata sempat bekerja di perusahaan judi di Kamboja. Mereka juga pernah mendapat gaji cukup tinggi.
-
Polda Sulawesi Utara akan mencari pihak perekrut 33 WNI asal Sulut yang berhasil berangkat ke Kamboja. Polda Sulut juga akan memeriksa para korban.
-
Polda Sulawesi Utara menjelaskan bahwa 33 WNI asal Sulawesi Utara di Kamboja hanya bertatus overstay. Mereka bukan korban TPPO.
-
Pemprov Sulawesi Utara berterimakasih kepada Sufmi Dasco Ahmad yang bersedia mengeluarkan biaya untuk kepulangan para WNI di Kamboja.
-
Kloter dua WNI Sulawesi Utara yang sempat terjebak di Kamboja sudah tiba di Manado hari ini. Mereka sempat menjalani pemeriksaan di bandara.
-
WNI asal Sulawesi Utara yang baru saja pulang dari Kamboja akan diperiksa Polda Sulut. Mereka sempat bekerja sebagai scammer di Poipet.
-
Setibanya di Manado, WNI asal Sulawesi Utara yang sempat terjebak di Kamboja akan menjalani pemeriksaan di Polda Sulut. Mereka dikabarkan disekap.
-
Keajaiban Natal dirasakan 33 WNI asal Sulawesi Utara. Mereka sempat bingung tidak bisa pulang ke Indonesia karena tak ada biaya.
-
Kloter pertama WNI asal Sulut yang sebelumnya diduga alami penyiksaan di Kamboja sudah tiba di Manado. Mereka langsung memeluk keluarga dan pengacara.
-
33 WNI asal Sulawesi Utara segera dipulangkan ke Manado akhir tahun ini. Keinginan keluarga berkumpul saat Natal hampir terwujud.
-
Kabar terbaru itu diungkap Marchelino Mewengkang, dari Membara Law Firm, kuasa hukum 33 WNI Sulawesi Utara.
-
Setiba di Kamboja, sang anak mengeluh pekerjaan tak sesuai janji. Dia katakan, "bahaya Mama, kami disuruh menipu."
-
WNI Sulawesi Utara yang Diselamatkan di Kamboja Bekerja Sebagai Scammer, Abast: Mereka Menipu Warga.
-
33 Warga Sulawesi Utara yang Disekap di Kamboja Sudah Diselamatkan, Masih Ada yang Bertahan
-
Para WNI asal Sulawesi Utara yang berada di Kamboja bekerja sebagai scammer.Mereka melakukan penipuan secara online.
-
Polda Sulawesi Utara memberi keterangan terbaru soal penanganan kasus warga negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Utara yang berada di Kamboja.
-
Kuasa Hukum ke 34 WNI Marchelino Mewengkang dari Membara Law Firm mengatakan, para WNI tiba di KBRI setelah menempuh perjalanan selama 9 jam.
-
Marchelino Mewengkang meminta Pemprov Sulawesi Utara memfasilitasi kepulangan 33 WNI asal Sulut dari Kamboja. Mereka berasal dari berbagai daerah.