Catatan Wartawan
Bukan Lagi Tsubasa, Tapi Musashi
Mereka pantang menyerah, seperti Musashi, Samurai kenamaan Jepang yang tak kenal lelah mengejar makna kehidupan di balik seni pedang.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Ventrico Nonutu
SEORANG prajurit Jepang terdampar di sebuah pulau di Pacific.
Saat itu tahun 1971.
Perang Dunia 2 sudah lama berlalu.
Tapi ia mengira dunia masih berperang.
Senjata api ia sudah tak punya.
Hanya samurai yang dimilikinya.
Sang prajurit hidup dalam kondisi darurat perang.
Setiap hari ia siaga jika sewaktu waktu tentara sekutu mendarat di pulau itu.
Semangat Bushido terus ia pelihara.
Karena sudah bikin resah, pemerintah setempat coba meringkusnya.
Tapi ia terlalu tangguh.
Kemampuan survivalnya luar biasa.
Seorang polisi punya ide unik.
Ia menyanyikan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo.
Si prajurit Jepang melepas samurainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/CATATAN-WARTAWAN-Penulis-Arthur-Rompis-sadh.jpg)