Opini
Cicipan Surga Itu Adalah Bola
Ketika dunia tengah gonjang ganjing, takdir menghadirkan sebuah jeda yakni Piala Dunia 2026.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Ringkasan Berita:
- Catatan Seorang Jurnalis: Cicipan Surga Itu Adalah Bola
- Ketika dunia tengah gonjang ganjing, takdir menghadirkan sebuah jeda yakni Piala Dunia 2026
- Sebagai seorang jurnalis, sudah menjadi tugas saya untuk merekam bagaimana sebuah kota merespons takdir global ini
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Perang terus berkecamuk.
Umat manusia seakan memasuki lorong gelap tak berujung.
Yang disebut upaya damai ternyata hanyalah fatamorgana.
Percakapan di atas meja perundingan adalah akal-akalan belaka dan kata-kata menjadi lebih brutal dari rudal yang beterbangan.
Di dalam negeri pun, udara terasa pekat.
Pidato-pidato melambungkan optimisme, tapi kenyataan mencekik leher kita.
Rupiah jatuh, BBM naik.
Bersamaan dengan itu harga-harga bapok meroket.
Kita seperti berjalan di atas bara, cemas dan kehilangan pegangan.
Namun, tepat ketika dunia tengah gonjang ganjing, takdir menghadirkan sebuah jeda.
Piala Dunia 2026.
Sebagai seorang jurnalis, sudah menjadi tugas saya untuk merekam bagaimana sebuah kota merespons takdir global ini.
Tiba-tiba saja seisi Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersolek.
Di lorong lorong sempit Kampung Argentina, di sudut-sudut Tikala Baru, hingga ke riuhnya meja-meja rumah kopi, kain-kain bergambar bendera asing dikibarkan ke langit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Suasana-nuansa-bola-di-Kuala-Jengki-Manado.jpg)