Catatan Wartawan
Bukan Lagi Tsubasa, Tapi Musashi
Mereka pantang menyerah, seperti Musashi, Samurai kenamaan Jepang yang tak kenal lelah mengejar makna kehidupan di balik seni pedang.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Ventrico Nonutu
Dan akhirnya jiwa sportivitas ditunjukkan para suporter Jepang.
Mereka berpesta tapi tak lupa mengangkat sampah usai pertandingan.
Keberhasilan Jepang mengimbangi total footbal ala Koeman bukan mujur ala Cape Verde.
Permainan mereka memang sudah sejajar negara Eropa.
Mereka tampil trengginas, penuh determinasi dan percaya diri.
Jiwa Bushido. Itulah resep kemenangan Jepang.
Selama ini Jepang punya pemain pemain hebat.
Ada Nakata, Nakamura, Ono dan lainnya.
Tapi mereka seperti kurang bertaji.
Teknik tinggi tapi minus semangat Samurai.
Nah Jepang tahun ini punya semangat itu.
Dipadu dengan teknik tinggi, Jepang dapat mengalahkan siapapun.
Sepakbola Jepang dalam Piala Dunia 2026 tak lagi diwakili anime Kapten Tsubasa yang lebai dan berakar dari halu.
Tapi Musashi, sang Samurai legenda abadi Jepang.
Alkisah, Musashi bertanding melawan musuh besarnya Sasaki Kojiro di Pulau Ganryu sebagaimana dikisahkan Eini Yoshikawa dalam bukunya yang termashyur itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/CATATAN-WARTAWAN-Penulis-Arthur-Rompis-sadh.jpg)