Opini
Catatan Seorang Jurnalis: Mencari Bung Karno di Tikala Baru Manado
Di balik rumah itu, tersembunyi jejak Bung Karno, sang proklamator yang dijuluki Penyambung Lidah Rakyat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Elma sebenarnya kerap berencana untuk menata kembali rumah bersejarah itu, namun niat tersebut belum pernah terwujud.
"Saya sudah tua, jadi lelah," keluhnya.
Kini banyak pengagum Bung Karno mendatangi rumah itu.
Bahkan ada yang menjadikannya sebagai tempat foto wedding.
Setiap kali melangkah keluar dari rumah itu, jujur, saya merasa patriotik.
Mungkin, setelah bosan melihat kondisi bangsa ini yang sedang tidak baik-baik saja, saya perlu sering-sering kembali ke sana.
Mungkin, dan semoga saja, Merah Putih akan bertahta kuat lagi di dada ini setelah melihat salib merah dibentangkan di Papua.
Karena hingga kini, sebagai seorang Calvinis, saya selalu menganggap Sukarno adalah anugerah umum, pemberian Tuhan yang paling indah untuk Indonesia.
(TribunManado.co.id/Art)
Baca Berita Tribun Manado di Google News
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tersembunyi-jejak-Bung-Karno-sang-proklamator-yang-dijuluki-Penyambung-Lidah-Rakyat.jpg)