Opini
Catatan Seorang Jurnalis: Mencari Bung Karno di Tikala Baru Manado
Di balik rumah itu, tersembunyi jejak Bung Karno, sang proklamator yang dijuluki Penyambung Lidah Rakyat.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Dewangga Ardhiananta
Ternyata rumah itu sudah tidak ditempati, dan pemiliknya yang tinggal di rumah sebelah bangunan itu cukup sulit ditemui.
Keberuntungan datang di saat saya hampir menyerah.
Seorang ibu menyambut kedatangan saya di rumah itu pada suatu siang di bulan Agustus.
Dialah Elma Mozes.
Elma tengah membersihkan pekarangan rumah saat saya datang.
Ia tinggal di bangunan samping rumah kuno tersebut.
Corneles Mozes, ayah Elma, rupanya adalah teman baik Bung Karno.
Setiap melawat ke Manado, Bung Karno tak pernah lupa menyambangi sahabatnya itu.
Beliau bahkan menginap di sana.
Arsitektur rumah itu menyerupai gaya Belanda.
Bersusun tiga, dengan bagian paling atas berbentuk mirip menara.
Dituntun oleh Elma, saya memasuki bagian tengah rumah.
Berada di balkonnya memunculkan sensasi seperti berdiri di atas dek kapal, lengkap dengan pegangan besi yang menjadi pagar pembatas.
Ruangan itu memiliki ruang tamu, dua kamar, serta dapur.
Pada dinding ruang tamu, bertebaran foto-foto Corneles.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tersembunyi-jejak-Bung-Karno-sang-proklamator-yang-dijuluki-Penyambung-Lidah-Rakyat.jpg)