Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Jurnalis

Catatan Seorang Jurnalis: Crime And Punishment

Mengingat Riyo, sahabatku yang meninggal tepat hari ini beberapa tahun yang lalu tanpa diketahui siapa pembunuhnya

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Chintya Rantung
HO
Riyo Noor meninggal setelah ditabrak oleh orang tak dikenal di ruas jalan Desa Tompaso Dua, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. 

MENGINGAT Riyo, sahabatku yang meninggal tepat hari ini beberapa tahun yang lalu tanpa diketahui siapa pembunuhnya, saya teringat Crime and Punishment. 

Novel ini ditulis pujangga Rusia Fyodor Dostoyevski. Tokoh utamanya bernama Raskoldikov.
Sang tokoh utama adalah pria cerdas dan utopis. Ia menginginkan revolusi.

Dirinya memandang revolusi sebagai usaha yang digerakkan tokoh besar. Dalam iktiar mewujudkan revolusi, seorang tokoh besar sah mengorbankan tokoh kecil.

 Raskoldikov mengamati penderitaan di sekelilingnya dan mendapati itu akibat ulah Alyona Ivanovna. Wanita tua ini berperofesi sebagai rentenir. Ia jahat dan kejam. Banyak orang jadi miskin karena ulah Alyona.

Didorong semangat revolusi, Raskoldikov membunuh wanita ini. Saat membunuh Alyona, Raskoldikov kepergok Lizareta. Lizareta adalah adik Alyona.

Kelakuan kakak beradik ini beda langit dan bumi. Lizarera adalah wanita lembut, pengasih dan rajin ke gereja.

Terpaksa, Lizareta ia bunuh pula. Demi menghilangkan jejak. Raskoldikov merancang pembunuhan itu dengan sangat cermat, hingga tak ada satu pun bukti yang tersisa.

Polisi dari segala penjuru Rusia mengadakan penyelidikan dan semuanya menemukan tembok buntu.

Seorang polisi cerdas bernama Porfiry mencurigai Rakoldikov. 

Tapi ia tak sanggup menemukan bukti bahwa Rakoldikov lah pembunuhnya.
Tenangkah Rakoldikov ?

Ternyata tidak. Ia resah, terombang ambing antara perasaan bersalah dan pembenaran pembunuhan atas nama ideologi.

Dia memang dapat lolos dari hukum dunia. Tapi tak bisa lepas dari hukum Tuhan. Pengadilan hati nurani lebih kejam dari dakwaan Jaksa manapun di dunia. Setiap hari, hati nurani mengadilinya. Ia tak bisa membela diri. 

Jiwanya terpojok. Pikirannya mulai berhalusinasi. Dimana - mana ada Lizareta, wanita saleh dan tidak tahu apa apa yang ia bunuh ; di piring yang ia makan, di air dalam gelas yang akan ia minum, di dinding, tembok maupun di udara. Rakoldikov tak kuat.

Ia tak bisa lagi membedakan mana khayalan, mana kenyataan. Hidup sang pria cerdas dengan cita cita tinggi itu pada akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa.

Begitupun takdir setiap pelaku pembunuhan yang tidak terungkap.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved