Sabtu, 23 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

HMI 79 Tahun: Sampai di Mana Perjuangan?

Keberpihakan apa yang masih dijaga HMI, dan nilai apa yang masih diperjuangkannya di tengah masyarakat Manado yang majemuk ini?

Tayang:
Kolase
OPINI - Tulisan opini Oleh: Arhanuddin Salim, Alumni HMI, Dekan FTIK IAIN Manado. HMI 79 Tahun: Sampai di Mana Perjuangan? 

Kekhawatiran lain yang patut dicermati adalah kecenderungan sebagian kader memandang HMI lebih sebagai jalur mobilitas sosial dan politik, bukan sebagai ruang penggemblengan nilai. 

Diskusi ide sering kalah oleh kalkulasi posisi. Jika kecenderungan ini dibiarkan, HMI berisiko kehilangan identitasnya sebagai organisasi gerakan dan tereduksi menjadi sekadar organisasi administratif.

Dalam konteks masyarakat Manado yang plural, krisis orientasi semacam ini terasa lebih nyata. Ketika HMI kehilangan daya kritis, ia kehilangan relevansi sosial. 

Ketika keislamannya berhenti pada simbol dan jargon, ia kehilangan legitimasi moral. Islam yang dibutuhkan di ruang publik Manado bukan Islam yang keras dalam klaim, tetapi kuat dalam etika sosial, adil, jujur, terbuka, dan berpihak pada kemanusiaan, tanpa melihat latar agama.

Begitu pula dengan keindonesiaan. Sejarah mencatat peran HMI dalam merawat republik. Tetapi mencintai Indonesia tidak identik dengan membenarkan semua kebijakan negara. 

Justru cinta pada Indonesia menuntut keberanian bersikap kritis, termasuk di tingkat lokal, ketika kebijakan publik menjauh dari nilai keadilan dan kemanusiaan.

Pada usia 79 tahun, HMI sesungguhnya tidak sedang menghadapi krisis eksistensi. Ia masih memiliki kader, jaringan, dan ruang gerak. 

Tetapi yang patut diwaspadai adalah krisis orientasi dan keberanian moral. Organisasi bisa bertahan tanpa kejayaan, tetapi tidak bisa hidup tanpa nilai. 

Karena itu, Milad HMI seharusnya tidak berhenti pada perayaan simbolik. Ia perlu menjadi momen muhasabah kolektif: sejauh mana HMI, khususnya di Manado, masih setia pada cita-cita awalnya sebagai gerakan intelektual, keislaman, dan kebangsaan. 

Sebab organisasi tidak runtuh karena usia. Ia runtuh ketika berhenti bertanya dan mengoreksi diri.

Dan di usia ke-79 ini, pertanyaan paling jujur yang layak diajukan adalah: keberpihakan apa yang masih dijaga HMI, dan nilai apa yang masih diperjuangkannya di tengah masyarakat Manado yang majemuk ini? Wallahu’ a’lam.. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Manado, Thread Tribun Manado, Google News Tribun Manado untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved