Lipsus Warga Sulut ke Luar Negeri
Orangtua Korban Dugaan TPPO ke Kamboja Syok, Mengira Anaknya Cuma Liburan ke Jakarta
Esi, salah satu orangtua dari korban dugaan TPPO yang akan pergi ke Kamboja merasa syok, mengira anaknya hanya liburan ke Jakarta.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Frandi Piring
Pihaknya tak henti mengimbau masyarakat Sulawesi Utara agar tidak tergoda dengan rayuan bekerja di Kamboja.
Pasalnya, negara di Asia Tenggara ini bukan merupakan tujuan penempatan pekerja migran Indonesia.
"Risiko bekerja di sana terlalu besar. Harap kita saling mengingatkan," ungkap dia.(ndo)
Diektahui, selang April hingga Juni 2025, Gugus Tugas Pencegahan TPPO telah mencegah keberangkatan 30 lebih warga Sulut yang hendak ke Kamboja.

Adapun, berikut ini identitas (disamarkan) para korban yang dicegah hendak ke Kamboja pada Senin 23 Juni 2025 pagi, termasuk MH :
AP (22), perempuan, warga Singkil, Manado
MT (23), laki-laki, warga Singkil, Manado
FS (26), laki-laki, warga Singkil, Manado
MH (19), perempuan, warga Lembean Timur, Minahasa
SD (19), perempuan, warga Lembean Timur, Minahasa
JR (30), Tondano, Minahasa
AW (23), Amurang Barat, Minsel. (Tribun Manado/Fernando Lumowa)
-
5 Warga Asal Kota Bitung Hendak Pergi ke Kamboja Dicegat Polisi, Rutenya Lewat 3 Daerah dan 2 Negara |
![]() |
---|
Cerita Warga Minsel Mau ke Kamboja, Nekat Ambil Risiko karena Tergiur Gaji Ratusan Dollar |
![]() |
---|
Sosok AP Warga Manado yang Gagal ke Kamboja, Ngaku Diajak Suami dan Rela Tinggalkan Anak |
![]() |
---|
Terungkap Besaran Gaji Online Scammer di Kamboja, Bikin Warga Sulut Nekat Berangkat |
![]() |
---|
7 Warga Sulut Hendak Pergi ke Kamboja Dicegat Polisi di Bandara Sam Ratulangi Manado |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.