Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lipsus Warga Sulut ke Luar Negeri

Orangtua Korban Dugaan TPPO ke Kamboja Syok, Mengira Anaknya Cuma Liburan ke Jakarta

Esi, salah satu orangtua dari korban dugaan TPPO yang akan pergi ke Kamboja merasa syok, mengira anaknya hanya liburan ke Jakarta.

|
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Frandi Piring
Fernando Lumowa/TribunManado.co.id
DICEGAT - Tujuh warga Sulut yang hendak pergi ke Kamboja dicegat petugas Polsek Bandara Sam Ratulangi dan BP3MI Sulut di Bandara Samrat, Manado, Sulawesi Utara pada Senin (23/6/2025). Esi, salah satu orangtua dari korban dugaan TPPO yang akan pergi ke Kamboja merasa syok, mengira anaknya hanya liburan ke Jakarta. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - TS alias Esi lebih banyak merenung. Sesekali ia menyeka keringat di dahi dan leher. 

Maskernya hitam yang dikenakannnya terlihat basah. Mata perempuan berusia 40 tahunan itu sembab. 

Ia masih tak percaya dengan apa yang terjadi hari ini. 

Anaknya, MH (19) dicegah saat hendak berangkat ke Jakarta di Bandara Internasional Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Senin (23/6/2025) pagi. 

MH dicegat saat hendak naik pesawat Citilink tujuan Jakarta. Selain anak perempuannya, turut diamankan enam orang lainnya, dua perempuan dan empat laki-laki warga Manado, Tondano dan Minsel. 

Mereka diduga jadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang akan dipekerjakan di perusahaan judi online di Kamboja.

"Saya takut sekali tadi. Ada penumpang lain bilang, ibu, anaknya itu ditahan polisi. Tuhan apa yang terjadi," katanya di Polsek Bandara Samrat. 

Esi tidak tahu rencana anaknya ke Kamboja. Ia dan suaminya bahkan mengantar hingga Bandara. 

"Ia bilang, ma kita mo ke Jakarta. Katanya diajak pacarnya. Mereka awalnya mau sama-sama tapi pacarnya belum, nanti menyusul," katanya. 

DIAMANKAN - 7 warga Sulut dicegah saat hendak ke Kamboja dan diamankan di Polsek Bandara Samrat Manado, Senin (23/6/2025). Besaran gaji online scammer di Kamboja diungkap oleh seorang wanita yang hendak berangkat.
DIAMANKAN - 7 warga Sulut dicegah saat hendak ke Kamboja dan diamankan di Polsek Bandara Samrat Manado, Senin (23/6/2025). Besaran gaji online scammer di Kamboja diungkap oleh seorang wanita yang hendak berangkat. (Tribun Manado/Fernando Lumowa)

Ia tak memiliki kecurigaan sama sekali. Pasalnya, MH yang baru lulus SMA sedang proses daftar kuliah di perguruan tinggi swasta di Tomohon. 

"Saya sempat tanya, tiketnya bagaimana, katanya sudah ada. Harap-harap hanya liburan," kata ibu rumah tangga ini. 

Ia baru mengetahui pasti anaknya hendak ke Kamboja ketika dijelaskan petugas di Polsek. 

"Perasaan saya campur aduk. Di satu sisi bersyukur, di sisi lain ada kecewa. Kenapa begini. Dia tidak jujur. Ini jadi pengalaman berharga bagi kami, jangan terlalu meluaskan anak-anak," katanya lagi.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara, Syachrul Afriyadi mengatakan, sindikat TPPO Kamboja menggoda calon korban dengan iming-iming gaji tinggi. 

"Ini cara klasik, mereka awalnya memfasilitasi dengan janji tiket akomodasi, semuanya ditanggung. Nanti di Kamboja, kerjanya online sscammer," jelas Afriyadi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved