Berita Viral
Surat dan Kotak Suara di Wilayah Papua Ini Dirusak dan Dihambur-hamburkan
Pengrusakan surat suara dan kotak suara di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, telah menjadi viral di media sosial.
Ketua Bawaslu Paniai, Stephanus Gobai membenarkan kejadian pengrusakan surat suara dan kotak suara di beberapa distrik di wilayah pengawasannya.
"Ini yang terjadi (di) 5 distrik. Distrik Aweida, Yagai, Kebo, Muye. Dan yang kelima saya kurang tahu. Sementara pastikan 4 distrik dulu," ungkapnya.
Sampai saat ini, Bawaslu Paniai masih berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Distrik (Pandis) dan Panitia Pemungutan Distrik (PPD) setempat, guna mendapatkan klarifikasi terkait kejadian yang sebenarnya.
Diketahui, jumlah kabupaten/kota di Papua Tengah sebanyak 8 Kabupaten/Kota dengan jumlah DPT : 1.128.844 pemilih dan jumlah TPS : 4.484 TPS.
Pendistribusian surat suara di Papua Barat
Sebelumnya, Ketua dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat melakukan pengawasan secara langsung pendistribusian surat suara Pemilu 2024 dari pihak distributor kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat, Kamis (4/1/2024).
Proses pembongkaran surat suara dari kapal ke pelabuhan hingga pergeseran ke Gudang logistik KPU Kabupaten Manokwari ini berlangsung mulai pukul 14.00 WIT dengan dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU dan Bawaslu dari 5 Kabupaten tersebut dan dikawal secara ketat oleh jajaran Polda Papua Barat.
Surat suara yang diterima ini berupa surat suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk lima Kabupaten di wilayah Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie mengatakan bahwa pengawasan secara ketat yang dilakukan oleh Bawaslu ini merupakan wujud dari komitmen Bawaslu dalam menyukseksan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 dan juga untuk menjaga agar setiap tahapan yang ada berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan tidak terjadi pelanggaran.
“Hari ini kami Bawaslu Provinsi Papua Barat bersama perwakilan dari Bawaslu Kabupaten yang ada di Papua Barat turun langsung untuk mengawasi tahapan yang ada saat ini yaitu proses distribusi logisitik. Ini adalah wujud dari komitmen kami dalam menyukseskan pesta demokrasi tanggal 14 Februari 2024 nanti dengan mengawal setiap proses yang ada agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku” jelas Elias.
Sebagai informasi logistik surat suara ini dikirim dari Surabaya ke Papua Barat menggunakan Kapal Tanto Bagus dalam satu buah kontainer berwarna biru dengan Nomor TAKU 25569522G1.
Baca Berita Lainnya dari Tribun Manado di sini
| 2 Siswi di Tomohon Diduga Dapat Sanksi Tak Wajar di Sekolah, Disdikbud Beri Keterangan |
|
|---|
| Harga per Unit Rp 1 Miliar, Ternyata Ini Fungsi Simulator Berkuda Polri |
|
|---|
| Nasib Pangkalan LPG di Poigar 3 Bolmong Usai Viral, Disidak Kadis hingga Diberi Surat Teguran |
|
|---|
| Sulit Dapat LPG, Viral Ibu-ibu di Desa Poigar Minsel Blokade Jalan dengan Tabung Gas |
|
|---|
| Sosok Nabilah O’Brien, Korban Pencurian yang Malah Jadi Tersangka: Saya Juga Diminta Rp 1 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Surat-dan-Kotak-Suara-di-Wilayah-Papua-Ini-Dirusak-dan-Dihambur-hamburkan.jpg)