Berita Viral
Surat dan Kotak Suara di Wilayah Papua Ini Dirusak dan Dihambur-hamburkan
Pengrusakan surat suara dan kotak suara di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, telah menjadi viral di media sosial.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pengrusakan surat suara dan kotak suara di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, telah menjadi viral di media sosial.
Foto dan video yang merekam kejadian tersebut menyebar luas.
Selain video, beberapa foto juga memperlihatkan adegan serupa, dengan tanggal pengambilan gambar tertulis pada 12 Februari pukul 16.09 waktu setempat.
Sementara itu, pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) direncanakan akan dimulai pada Rabu, 14 Februari 2024, pukul 07.00 pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).
Laporan dari Tribun-Papua.com menggambarkan gambaran surat suara yang semestinya ditempatkan dalam kotak suara, kini berserakan di tanah di sekitar danau.
Kotak suara yang terbuat dari karton, awalnya terbungkus plastik, kini terlihat telah terbuka dan rusak.
Surat suara sendiri menunjukkan tanda-tanda kerusakan, beberapa di antaranya bahkan sudah sobek dan tidak terlipat dengan rapi.
Dalam rekaman video yang beredar, seorang lelaki memberikan alasan mengapa kotak dan surat suara dihambur-hamburkan hingga mengalami kerusakan.
"Ini dari Distrik Yagai. Dia tahu, PPS mereka buka logistik kotak suara. Dalam kotak suara itu Form C1-KWK tidak ada, sehingga masyarakat bersama Pandis, PPD, mereka kasih hambur itu kotak logistik," ujar suara lelaki yang merekam video tersebut.
Selain video penghamburan surat suara dan kotak suara, juga terdapat video lain yang menunjukkan ada massa menggendong kotak suara yang dibungkus plastik.
Kotak suara itu diduga akan dikembalikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
"Kotak-kotak dikembalikan. C1 mereka dibongkar oleh kelompok penyelenggara yang namanya PPD, lalu dibawa lari. Hanya logistik saja dengan kotak suara tiba di Muye," ujar seorang perekam bersuara lelaki dalam video.
"Kelima anggota PPD telah merusak demokrasi, diminta kepada aparat penegak hukum agar diporses itu orang PPD,"jelas perekam.
Informasinya, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Distrik Yagai, tetapi juga di beberapa distrik lainnya di wilayah Paniai, Papua Tengah.
"Sebanyak 3 Distrik C1 KWK dibawa lari oleh oknum-oknum Partai dan penyelenggara pemilu tingkat distrik (distrik Muye, Distrik Yagai dan Distrik Aweida)," ungkap sumber.
Ketua Bawaslu Paniai, Stephanus Gobai membenarkan kejadian pengrusakan surat suara dan kotak suara di beberapa distrik di wilayah pengawasannya.
"Ini yang terjadi (di) 5 distrik. Distrik Aweida, Yagai, Kebo, Muye. Dan yang kelima saya kurang tahu. Sementara pastikan 4 distrik dulu," ungkapnya.
Sampai saat ini, Bawaslu Paniai masih berkoordinasi dengan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Distrik (Pandis) dan Panitia Pemungutan Distrik (PPD) setempat, guna mendapatkan klarifikasi terkait kejadian yang sebenarnya.
Diketahui, jumlah kabupaten/kota di Papua Tengah sebanyak 8 Kabupaten/Kota dengan jumlah DPT : 1.128.844 pemilih dan jumlah TPS : 4.484 TPS.
Pendistribusian surat suara di Papua Barat
Sebelumnya, Ketua dan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua Barat melakukan pengawasan secara langsung pendistribusian surat suara Pemilu 2024 dari pihak distributor kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat, Kamis (4/1/2024).
Proses pembongkaran surat suara dari kapal ke pelabuhan hingga pergeseran ke Gudang logistik KPU Kabupaten Manokwari ini berlangsung mulai pukul 14.00 WIT dengan dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU dan Bawaslu dari 5 Kabupaten tersebut dan dikawal secara ketat oleh jajaran Polda Papua Barat.
Surat suara yang diterima ini berupa surat suara untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (PPWP) dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk lima Kabupaten di wilayah Papua Barat yaitu Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.
Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat, Elias Idie mengatakan bahwa pengawasan secara ketat yang dilakukan oleh Bawaslu ini merupakan wujud dari komitmen Bawaslu dalam menyukseksan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024 dan juga untuk menjaga agar setiap tahapan yang ada berjalan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dan tidak terjadi pelanggaran.
“Hari ini kami Bawaslu Provinsi Papua Barat bersama perwakilan dari Bawaslu Kabupaten yang ada di Papua Barat turun langsung untuk mengawasi tahapan yang ada saat ini yaitu proses distribusi logisitik. Ini adalah wujud dari komitmen kami dalam menyukseskan pesta demokrasi tanggal 14 Februari 2024 nanti dengan mengawal setiap proses yang ada agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku” jelas Elias.
Sebagai informasi logistik surat suara ini dikirim dari Surabaya ke Papua Barat menggunakan Kapal Tanto Bagus dalam satu buah kontainer berwarna biru dengan Nomor TAKU 25569522G1.
Baca Berita Lainnya dari Tribun Manado di sini
| 2 Siswi di Tomohon Diduga Dapat Sanksi Tak Wajar di Sekolah, Disdikbud Beri Keterangan |
|
|---|
| Harga per Unit Rp 1 Miliar, Ternyata Ini Fungsi Simulator Berkuda Polri |
|
|---|
| Nasib Pangkalan LPG di Poigar 3 Bolmong Usai Viral, Disidak Kadis hingga Diberi Surat Teguran |
|
|---|
| Sulit Dapat LPG, Viral Ibu-ibu di Desa Poigar Minsel Blokade Jalan dengan Tabung Gas |
|
|---|
| Sosok Nabilah O’Brien, Korban Pencurian yang Malah Jadi Tersangka: Saya Juga Diminta Rp 1 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Surat-dan-Kotak-Suara-di-Wilayah-Papua-Ini-Dirusak-dan-Dihambur-hamburkan.jpg)