OPINI
Haji dan Pengkhidmatan
Ditulis Dosen IAIN Manado sekaligus pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara Dr Muhammad Tahir Alibe.
Keempat, Ali Zainal Abidin adalah keturunan Nabi seorang habib, seorang imam yang sengaja menyembunyikan identitasnya agar diperlakukan sama dengan yang lain, sehingga ia leluasa untuk melayani para rombongan jamaah haji.
Ia memilih untuk melayani daripada dilayani. Saat orang sibuk membanggakan diri dengan nasabnya agar dihormati, Ali Zainal Abidin justru sibuk berbuat baik.
Ia terhormat bukan karena nasabnya tetapi karena perbuatan baiknya.
Kehormatan tidak didapat dengan jabatan, harta tetapi dengan pengkhidmatan kepada sesama.
Untuk dihormati atau terhormat dihadapan Allah maupun kepada makhluk-Nya dilakukan dengan berbuat baik.
Gus Dur pernah mengatakan jika engkau berbuat baik orang tidak bertanya apa agamamu? Etika baik adalah nilai universal yang diterima oleh semua golongan, agama serta semua ras.
Para Nabi terhormat bukan karena menduduki jabatan penting, memiliki harta yang melimpah tetapi mereka tercatat dalam sejarah oleh karena berbuat baik kepada sesama, hidupnya ia dedikasikan untuk berbagi kepada sesama.
Haji adalah perjalanan menuju Allah dengan menanggalkan seluruh atribut duniawi.
Selamat melakukan haji, semoga hajinya mabrur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/muhammad-tahir-alibe_terbaru.jpg)