Mata Lokal Memilih
Sandiaga Uno Ogah Berpasangan Dengan Anies Baswedan di Pilpres 2024, Beda Soal Pemikiran
Di sisi lain, Sandi mengakui, waktu persiapan pencalonan kian mepet, dimana tersisa waktu sekitar 250 hari sebelum pemilu Februari 2024.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Nama Sandiaga Uno disebut-sebut tak masuk dalam radar Calon Wakil Presiden (Cawapres) Anies Baswedan.
Ternyata Sandiaga Uno juga tak ingin menjadi Cawapres Anies Baswedan.
Hal tersebut wajar saja terjadi, lantaran mereka punya pengalaman bersama di Pilgub DKI.
Baca juga: Visi Perubahan yang Diusung Anies Baswedan Ditolak Sandiaga Uno, Begini Reaksi Demokrat
Jalas Sandiaga Uno sudah mengerti betul isi kepala Anies Baswedan.
Sehingga itu menjadi patokannya untuk tidak lagi bersama dengan Anies Baswedan.
meskipun tawaran datang kepadanya untuk bersanding.
Sandiaga Uno memang digadang akan berpasangan lagi dengan Anies Baswedan.
Baca juga: Sandiaga Uno Terlempar dari Bakal Cawapres Anies Baswedan, Beri Kode Siap Dipasangkan dengan Ganjar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno secara blak-blakan menolak menjadi Cawapres Anies Baswedan.
Sandiaga Uno mengungkapkan alasan menolak menjadi Cawapres Anies Baswedan.
Dia memastikan tidak mungkin menjadi pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 karena merasa sudah tidak satu pemikiran dengan kubu Anies.
Dia mengungkap "isi kepala" atau konsep yang digagas oleh Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) sebagai pengusung Anies.
Baca juga: Sandiaga Uno Kemungkinan Gabung PKS daripada PPP, Mardiono Tak Mempermasalahkan
"Saya tidak sepakat dengan pemikiran itu dan mengajak berpikir ulang, melakukan koreksi-koreksi terhadap yang sudah berjalan," kata Sandi seusai kegiatan di Transmart Pangkalpinang, Sabtu (3/6/2023).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu mengaku sudah mendalami konsep koalisi perubahan.
Namun, dirinya menemukan banyak hal yang harus dibenahi dalam pemikiran koalisi yang terdiri dari tiga partai tersebut yakni NasDem, Demokrat, dan PKS.
Karena itu, dia merasa sudah tidak satu pemikiran dengan kubu Anies yang mengusung konsep koalisi perubahan.
"Kalau kita ubah dengan koalisi perubahan, kita akan setback, beberapa tahun akan kehilangan momentum," kata Sandi.
Menurut dia, narasi politik yang harusnya diusung adalah mempercepat pembangunan, mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok dan membuka lapangan kerja.
Gagasan itu, kata Sandi, disampaikannya pada para ketua umum partai politik sebagai pihak yang menentukan calon presiden dan wakil presiden.
"Keputusan calon wakil presiden itu murni ranahnya pimpinan Parpol. Saya hanya memberikan gagasan pemikiran poros percepatan pembangunan," ujar Sandi.
Sandi menambahkan, dia tidak dalam posisi mengubah paradigma pembangunan yang sejak delapan tahun terakhir, relnya sejak zaman SBY sudah tepat.
Di sisi lain, Sandi mengakui, waktu persiapan pencalonan kian mepet, dimana tersisa waktu sekitar 250 hari sebelum pemilu Februari 2024.
"Ini persiapan-persiapan dan komunikasi yang terus dilakukan. Semoga dalam beberapa minggu ini sudah ada kepastian," ujar pemegang saham grup Saratoga itu.
Anies Segera Umumkan Cawapresnya
Inilah jadwal Anies Baswedan umumkan nama Cawapres yang mendampinginya di Pilpres 2024 nanti.
Hal itu dikatakan Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.
Saat ini baik Anies maupun KPP telah menyepakati satu nama bakal cawapres yang akan dipasangkan dengan mantan gubernur DKI Jakarta itu di Pilpres 2024.
“Oke saja apa yang sudah diputuskan dan disampaikan Mas Anies kepada ketua umum-ketua umum partai,” ujar Willy di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Jumat (2/6/2023).
Menurut dia, sejauh ini Anies sudah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait nama yang dimaksud.
Komunikasi serupa juga telah dilakukan Anies dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
Karena itu, menurut Willy, tinggal komunikasi dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu yang perlu dilakukan.
Ia menambahkan, deklarasi bakal cawapres Anies akan dilakukan paling lambat 16 Juli 2023.
Namun, tak tertutup kemungkinan bahwa proses deklarasi akan dilangsungkan lebih cepat.
"Kami bersepakat biar Mas Anies yang menyampaikan,” ujarnya.
Ditemui di Nasdem Tower, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Anies Baswedan juga mengaku telah mengantongi satu nama cawapres.
Namun, ia mengatakan masih harus menjalankan serangkaian proses sebelum mendeklarasikan pendampingnya itu.
“Masih panjang, masih panjang, pokoknya sudah ada. Tapi, nanti pada waktunya diumumkan,” ujar Anies.
Ia mengatakan bakal melanjutkan komunikasi dengan ketua umum parpol anggota KPP.
“Nanti kita akan ketemu (pimpinan PKS) lagi dalam waktu dekat ini,” ujarnya.
Sebelumnya, PKS menyatakan ada tiga nama yang masuk jadi cawapres Anies.
Ketiganya adalah AHY, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau Aher.
Tapi, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyampaikan masih ada kemungkinan kecil cawapres dipilih selain tiga nama itu.
Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan pertemuan Anies dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pacitan pada Kamis (1/6) lebih banyak membahas beberapa kondisi politik Tanah Air saat ini.
"Kami berdiskusi panjang, terutama banyak membahas situasi demokrasi dan ketatanegaraan yang makin memburuk," kata Herzaky dalam keterangan tertulisnya.
Namun, di sisi lain, kondisi tersebut yang membuat Koalisi Perubahan gagasan Demokrat, NasDem, dan PKS menjadi semakin solid.
"Keadaan yang demikian makin membulatkan tekad Koalisi Perubahan untuk Persatuan untuk melakukan akselerasi konsolidasi," ujarnya.
Herzaky juga menyampaikan, dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai masukan dari masyarakat soal harapan bangsa ke depan.
Sebagian masyarakat saat ini, dikatakan Herzaky, menginginkan adanya perubahan dan perbaikan, terutama dalam kelola negara, etika politik, penegakan hukum hingga pemberantasan korupsi.
"Asas-asas kepatutan semakin ditinggalkan oleh para pemimpin. Rasa keadilan rakyat terkoyak," kata Herzaky.
"Hal-hal ini menjadi agenda besar yang akan kita cari solusinya ke depan."
Santer Nama AHY
Satu nama sudah disodorkan menjadi Cawapres Anies Baswedan dalam Pilpres 2024 nanti.
Tim delapan sudah menyerahkan satu nama bakal calon wakil presiden (cawapres) yang bakal mendampingi Anies Baswedan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Hal itu disampaikan oleh anggota tim kecil atau tim delapan Koalisi Perubahan untuk Keadilan, Sugeng Suparwoto, di NasDem Tower, usai pertemuan antara Anies dan Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Jumat (2/6/2023).
“Message dari pertemuan ini dalam konteks pencalonan presiden. Sekali lagi saya tegaskan betul sudah mengerucut menjadi satu nama dan sekarang sudah ada di kantongnya Pak Anies,” kata Sugeng.
“Kapan, dan di mana, bulan apa, hari apa diumumkan, itu adalah semua nanti Pak Anies yang akan mengumumkan.”
Tim delapan, lanjut Sugeng, sudah mengomunikasikan nama bakal cawapres tersebut pada para ketua umum partai politik anggota koalisi.
“Tim delapan sudah menyampaikan. Bisa saja ketua-ketua yang lain punya preferensi lain, tapi itu wallahualam.”
“Tapi kami tim delapan sudah juga menginformasikan nama-nama ini pada ketua-ketua partai. Pak Anies akan melakukan juga dialog-dialog dengan ketua-ketua umum,” imbuhnya.
Meski menyebut bahwa nama bakal cawapres Anies sudah mengerucut pada satu orang, Sugeng tidak menampik bahwa tidak menutup kemungkinan nama bakal cawapresnya kembali digogok jika ada ketua parpol anggota koalisi yang resisten terhadap calon yang sudah dipilih.
“Lagi-lagi di Pak Anies kan itu semuanya, nanti bagaimana sebagai calon presiden. Ada kemungkinan kita godok lagi.”
“Tim delapan adalah tim yang diamanahi untuk menggodok berbagai hal,” tuturnya.
Sementara, Anies Baswedan selaku bakal calon presiden yang diusung oleh Koalisi Perubahan, yakni Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat, masih enggan menyebut nama cawapresnya.
“Nanti, nanti, nanti. Pokoknya sudah ada, tapi nanti pada waktunya diumumin,” kata Anies di tempat yang sama.
Menjawab pertanyaan tentang ribuan bakal calon anggota legislatif (caleg) Partai NasDem yang siap jadi jubir pemenangan, Anies menyebut memang harus ada kesamaan visi dengan mereka.
“Jadi kesamaan tentang visi kita, bahwa kita ingin perubahan untuk keadilan itu membereskan permasalahan-permasalahan yang sekarang belum tuntas,” tuturnya.
“Seperti persolan kemiskinan, perluasan lapangan pekerjaan, kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, kesempatan untuk dapat pendidikan hingga tuntas.”
Menurut Anies, jika berbicara tentang keadilan, itu aadalah tentang pemerataan kesempatan di semua aspek.
“Jadi, bicara tentang keadilan adalah pemerataaan kesempatan di semua aspek itu. Nah, itu yang harus sama kita dengan teman-teman di dapil-dapil.”
(*/tribun-medan.com)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
MK Registrasi 11 Perkara Sengketa Pilkada dari Sulut, Baso Affandi: Hormati Proses Hukum |
![]() |
---|
Ajukan PHPU Pilkada Sulut ke MK, E2L-HJP Pilih Denny Indrayana Jadi Kuasa Hukum |
![]() |
---|
Menakar Ambang Batas Pertarungan Pilkada Sulut di Mahkamah Konstitusi, Catatan Pengamat Hukum |
![]() |
---|
KPU Tomohon Gelar Bimtek dan Simulasi Aplikasi Sirekap untuk PPK dan PPS Pilkada 2024 |
![]() |
---|
Bawaslu Mitra Sulawesi Utara Minta Media Awasi Tahapan Pilkada, Ini Alasannya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.