Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Catatan Wartawan

Teincho Nakagami

Cerita tentang Oma Konio anak dari tentara Jepang yang ditinggalkan sang ayah saat Jepang kalah dalam Perang Dunia 2.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Arthur Rompis
Teincho Nakagami atau Oma Konio. 

Tokoh idola saya adalah Miyamoto Musashi, seorang yang kukuh pada jalan Samurai. 

Ia mengalahkan Kojiro, musuh terberatnya dan membuktikan bahwa unsur utama peraih kemenangan adalah hati yang bersih.

Ada pula Tenno Haika, Kaisar Jepang yang membawa modernisasi di Jepang dengan belajar pada bangsa Eropa untuk kemudian mengalahkan gurunya.

Ada pula kisah Toyotomi Hideyoshi, seorang yang lemah, berasal dari keluarga miskin dan rupanya mirip kera, namun dapat menjadi penguasa Jepang dan membuktikan bahwa kekuasaan bisa diraih wong cilik lewat usaha keras. 

Namun fasisme merusak Jepang. Mereka menjadi bangsa agresor.

Nilai Bushido hilang kesuciannya dan hanya jadi propaganda perang, jadi license to kill, atau membunuh diri dengan Nippon To jika kalah perang. 

Jepang hanya tiga tahun lebih menjajah Indonesia. 

Tapi deritanya serasa tiga abad. Ada Romusha. Belum lagi Jugun Ianfu. Dan juga kisah mirip Teincho Nakagami.

Di masa pendudukan Jepang, derita Indonesia itu masih tiada duanya dengan dialami Cina dan Korea. 

Ada jutaan kaum pria Cina yang dibunuh dan ribuan wanita diperkosa ; salah satu peristiwa keji yang sukar dilupakan warga Cina adalah peristiwa Nanking. 

Namun Jepang cepat sadar. Mereka kembali ke jalan yang benar. 

Nilai Bushido dihidupkan lagi dalam era modern. 

Lahir produk Toyota, Yamaha, Mitsubishi, atau teknologi kesehatan, mi instan hingga anime kesukaan saya Samurai X.

Kisah Teincho Nakagami bagian dari trauma sejarah.

Perang memang melahirkan derita yang beranak pinak.

Namun saya percaya semua peristiwa bukanlah lontaran dadu yang melahirkan kebetulan dan kita berjudi untuk hidup.

Segala yang terjadi diatur lewat skenario agung Allah.

Tak ada yang kebetulan dan karena itu kita dapat hidup.

Baca berita lainnya di: Google News.

Berita terbaru Tribun Manado: klik di sini.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved