Catatan Wartawan
Teincho Nakagami
Cerita tentang Oma Konio anak dari tentara Jepang yang ditinggalkan sang ayah saat Jepang kalah dalam Perang Dunia 2.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Selain nama yang artinya ia tak tahu itu, tak ada yang ditinggalkan.
Ada memang barang barang kecil. Termasuk foto. Namun semuanya hilang di masa perang Permesta.
Sewaktu kecil, ia kerap coba menggambar sosok ayah dalam pikirannya.
Namun apa yang dipikirannya tak selalu sama. Muncul wajah yang berbeda - beda.
"Saya ingin melihat bagaimana rupanya tapi tak pernah bisa," kata dia.
Nasib Teincho memang malang. Sang ibu wafat saat ia masih kecil.
Seterusnya dia dibesarkan orang tua angkat.
Banyak keluarga tentara Jepang yang mencari turunannya di Indonesia.
Setelah didapat, dibawa ke Jepang untuk disekolahkan atau diberi pekerjaan layak.
Namun nikmat itu tak dikecap Teincho.
"Tak pernah ada keluarga ayah saya dari Jepang yang mencari saya," kata dia.
Segala kepahitan itu tak membuat Teincho menyesal berayahkan tentara Jepang.
Meski takdir tak ramah, tapi ia enggan menolaknya.
"Saya tetap anggap ia ayah saya dan anak cucu saya pun harus tahu itu," katanya.
Saya adalah penggemar kisah - kisah kuno Jepang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/Teincho-Nakagami-atau-Oma-Konio-67yu.jpg)