Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mata Lokal Memilih

Jawaban Partai Demokrat Belum Deklarasi Anies Baswedan Sebagai Capres 2024, Mulai Diragukan

Herzaky menyatakan Demokrat enggan berpolemik soal dukungan terhadap Anies Baswedan harus lewat forum resmi.

Editor: Alpen Martinus
Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diabadikan bersama istrinya, Annisa Pohan, dan Ketua DPD Partai Demokrat Sulut, Elly Lasut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam koalisi perubahan, tinggal Partai Demokrat saja yang belum mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Namun Partai Demkorat tetap meyakinkan bahwa mereka mendukung penuh Anies Baswedan meski tak melakukan demokrasi.

Bahkan mereka menjelaskan bahwa nama Anies Baswedan sudah pasti, bahkan sudah disetujui oleh SBY.

Baca juga: Partai Demokrat Incar Hillary Lasut dan Sehan Lanjar, PDIP Tetap dengan Olly Dondokambey

namun tak ada deklarasi dianggap kurang saja, sehingga disesak agar menggelar deklarasi.

Bahkan kecurigaan mulai muncul, sehingga diperlukan bukti yang cukup.

Memang hingga saat ini Partai Demokrat belum juga mendeklarasikan Anies baswedan sebagai calon presiden.

Bisa jadi ada maksud terselubung dari Partai Demokrat.

Baca juga: Partai Demokrat Sulut Ajak Hillary Lasut Gabung, Ada Peran Bupati Talaud Bujuk Anggota DPR RI Nasdem


Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, Rabu (22/2/2023). Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan pertemuan Surya dan AHY bakal membahas banyak hal, termasuk momentum penandatanganan nota kerja sama, serta pembentukan Sekretariat Perubahan (Sekper). Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Pernyataan Partai NasDem yang meminta Partai Demokrat untuk mendeklarasikan dukungan terhadap Anies Baswedan menjadi calon presiden (capres) lewat forum resmi menjadi sorotan.

Menanggapi hal itu, Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyatakan bahwa dukungan terhadap Anies Baswedan dinilai sudah tuntas.

Kata dia, dukungan tersebut telah disetujui Majelis Tinggi Partai (MTP) Demokrat.

Bahkan, nama Anies Baswedan juga disetujui oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca juga: Elly Lasut Bujuk Hillary Lasut Masuk Partai Demokrat

"Sudah tuntas dengan pernyataan Ketum kemarin. Pencalonan Anies Baswedan sebagai Bacapres sudah dengan persetujuan Ketua MTP Bapak SBY dan MTP," ujar Herzaky saat dikonfirmasi, Sabtu (25/2/2023).

Herzaky menyatakan Demokrat enggan berpolemik soal dukungan terhadap Anies Baswedan harus lewat forum resmi.

Dia hanya ingin memastikan Eks Gubernur DKI Jakarta itu ambang batas presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

"Bagi kami ketika yang paling penting adalah memastikan 20 persen kursi dipenuhi. Agar koalisi perubahan bisa berlayar dan Mas Anies maju sebagai bacapres," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sikap partai Demokrat yang tidak kunjung mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (capres) lewat forum resmi kembali menjadi pertanyaan. Hal ini pun menjadi polemik di internal koalisi perubahan.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menyatakan koalisi perubahan sejatinya masih belum terbentuk karena yang baru mendeklarasikan Anies Baswedan lewat forum resmi hanya NasDem dan PKS.

"NasDem kan sudah menyatakan sikapnya lewat Rakernas, PKS juga sudah menyatakan sikapnya kemarin yang dibacakan Dewan Syuro, keputusan Majelis Syuro kan dan ditetapkan di Rakernas," ujar Ali saat dikonfirmasi, Sabtu (25/2/2023).

Ali mempertanyakan dukungan Demokrat kepada Anies Baswedan yang hanya lewat mulut Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia pun menagih adanya dukungan lewat forum resmi.

"Demokrat kan belum menyatakan apa-apa. Demokrat itu baru Ketua Umumnya. Pertanyaanya, apakah Ketua Umum Demokrat memiliki hak untuk menetapkan calon presiden. Apakah kemudian penetapan calon presiden itu menjadi kewenangan ketua umumnya?," tanya Ali.

Lebih lanjut, Ali menuturkan bahwa dukungan yang hanya lewat pernyataan AHY berpotensi digugat oleh internal partainya sendiri.

"Apakah ini sudah dibawa dalam rapat atau apapun namanya. Artinya kita mendorong itu selesai pada tingkat partai masing-masing sehingga nanti koalisi itu terbentuk tidak lagi berpotensi untuk digugat," jelasnya.

Ali pun memahami Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sudah sempat mendatangi Kantor DPP Demokrat pada Rabu (22/2/2023) kemarin. 

Namun, kata Ali, saat itu Paloh tidak menagih kepada AHY agar segera mendeklarasikan Anies Baswedan lewat forum resmi. Baginya, NasDem tak mau mencampuri urusan internal partai.

"Ya kita tidak mau mencampuri urusan internal partainya orang. Setiap partai memiliki mekanisme sendiri-sendiri lah. Tidak perlu diajari, tidak perlu dicampuri kan. Gak etis menurut saya. Karena kan saya sudah sampaikan di beberapa kesempatan untuk mendorong Demokrat dan PKS untuk menyelesaikan mekanisme internalnya," tukasnya.

Sebagai informasi, Koalisi Perubahan adalah gabungan dari tiga partai politik yaitu NasDem, PKS dan Demokrat. Adapun NasDem mendeklarasikan mendukung Anies Baswedan menjadi calon presiden 2024 pada 3 September 2022.

Nama Anies Baswedan sebelumnya masuk dalam bursa bakal Capres 2024 Partai NasDem bersama Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo. Deklarasi yang dilakukan Partai NasDem ini menjadi cikal munculnya nama koalisi perubahan. 

Kemudian, PKS pun menyusul dengan menggelar Musyawarah Majelis Syuro PKS VIII pada 23 Februari 2023 lalu. Hasilnya, Partai besutan Ahmad Syaikhu itu pun seluruh Majelis Syuro sepakat untuk mengusung Anies menjadi calon presiden.

Hingga kini, memang Partai Demokrat yang masih belum mendeklarasikan Anies Baswedan lewat forum resmi. Adapun dukungannya hanya disampaikan lewat keterangan Ketua Umum Partai Demokrat AHY.

AHY menilai pihaknya tidak perlu lagi mendeklarasikan Anies Baswedan secara formal sebagai bakal calon presiden (bacapres) 2024.

"Sudah kami sampaikan bahwa sikap Partai Demokrat sudah sangat jelas," kata AHY usai menghadiri acara Haul ke-12 KH Zainuddin MZ, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/2/2023) malam.

AHY juga menyebut Demokrat sudah menyampaikan sikap dukungan untuk Anies saat menerima kunjungan DPP Partai Nasdem

"Kami juga mengutarakan apa yang menjadi sikap dan posisi Partai Demokrat terkait dengan bagaimana Koalisi Perubahan ini bisa segera terwujud, segera terealisasi," pungkasnya.

Prabowo Raih Simpati Jokwi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung soal Pemilihan Presiden 2024 saat hadir dalam HUT ke-8 Partai Perindo di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada akhir tahun lalu.

Jokowi memprediksi Ketua Umum Gerindra yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan menjadi Presiden.

“Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo,” ujar Jokowi yang disambut tepuk tangan para peserta hadir.

Mendengar ucapan Presiden, Prabowo yang juga hadir dalam acara tersebut lalu berdiri dan memberikan hormat pada presiden.

Pengamat komunikasi politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai sangat memungkinkan Jokowi melakukan endorse kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Menurut Qodari, Prabowo juga sering mendampingi Jokowi dalam berbagai kesempatan, padahal acara tersebut bukan merupakan agenda khusus menyangkut bidang pertahanan.

"Endorsement itu menurut saya harus dilihat dari peristiwa lain, misalnya seberapa sering Pak Jokowi hadir bersama dengan tokoh tertentu, yang kedua ada gak misalnya acara-acara yang wilayahnya Pak Jokowi yang diwakilkan kepada salah satu tokoh misalnya ada acara olahraga itu Pak Prabowo mewakili Pak Jokowi. Ini kan menarik beliau kan bukan Menpora beliau kan Menteri Pertahanan. Ini lebih tepatnya dibaca sebagai endorsemen ketimbang membaca nama-nama yang hadir di acara partai atau ormas," kata Qodari, dalam tayangan program televisi nasional yang dikutip, Jumat (24/2/2023).

Dikatakannya, yang lebih penting diperhatikan adalah jika ingin dapat suara dari Presiden Jokowi adalah calon tersebut harus memberi sinyal. Dalam hal ini kata Qodari sinyal yang paling kuat diberikan adalah dari Prabowo Subianto.

"Prabowo memberikan sinyal kuat saya mau dukung Pak Jokowi. Kita lihat beberapa kali pidato Pak Prabowo sering memuji Pak Jokowi dengan keteguhannya keberaniannya termasuk yang paling terakhir partai Gerindra menyatakan sangat jelas dan tegas akan didukung dilanjutkannya pembangunan IKN," ujar Qodari.

Ia pun memastikan dengan sinyal-sinyal seperti itu tentunya akan memberikan kode kepada pendukung Jokowi bahwa Prabowo akan melanjutkan pembangunan pemerintah Jokowi.

"Menurut saya ketimbang Pak Jokowi (memberikan dukungan secara gamblang) mending calon itu memberikan sinyal-sinyal atau kode sehingga nantinya menentukan kemana suara Pak Jokowi akan memilih," kata Qodari.

Jokowi Sebut Pemimpin yang Memikirkan Rakyat Rambutnya Putih

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para pendukung dan relawannya yang tergabung dalam Gerakan Nusantara Bersatu agar berhati-hati memilih calon pemimpin pada Pilpres 2024 mendatang.

Jokowi meminta para pendukungnya itu untuk tidak asal memilih pemimpin.

Menurut Jokowi, sosok calon pemimpin yang layak untuk dipilih adalah mereka yang memikirkan rakyatnya.

Hal itu disampaikan Jokowi di depan ribuan relawan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (26/11/2022).

Jokowi kemudian membeberkan ciri-ciri dari sosok yang memikirkan rakyat itu di antaranya adalah kelihatan dari penampilannya.

"Dari penampilan kelihatan, banyak kerutan karena mikirin rakyat, ada yang rambutnya putih semua, ada itu," kata Jokowi.

Ia mengingatkan relawannya untuk berhati-hati memilih calon pemimpin, terutama yang wajahnya bersih tanpa kerutan.

"Kalau wajahnya cling bersih, tidak ada kerutan di wajahnya hati-hati, lihat juga lihat rambutnya, kalau rambutnya putih semua, ini mikir rakyat ini," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved