Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tajuk Tamu Tribun Manado

Perempuan Sulawesi Utara Hebat!

Memang tidak diragukan lagi hebatnya perempuan-perempuan Sulawesi Utara dari dulu hingga kini.

dokumentasi Tribun Manado
Dari kiri ke kanan: Dokter Marie Thomas, perempuan dokter spesialis pertama Indonesia; Gryesia Polii, peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020; dan Maria Walanda Maramis, pahlawan nasional pejuang emansipasi perempuan. 

IDG di Sulawesi Utara

Dalam mengukur keberhasilan pembangunan manusia di Sulawesi Utara, penting pula menjadikan IDG sebagai salah satu indikator evaluasi.

Sejak tahun 2016, IDG Sulawesi Utara menunjukkan tren menurun dari tahun ke tahun kecuali di tahun 2017, yaitu dari angka 81,42 pada tahun 2016 hingga mencapai angka 78,98 pada tahun 2020.

Tahun 2020, IDG Sulawesi Utara menurun sebanyak 2,26 poin dibandingkan tahun 2016.

Penurunan IDG ini mengindikasikan adanya kendala/masalah dalam hal tingkat partisipasi dan kesadaran perempuan untuk berkiprah di ruang publik yang tidak sejalan dengan keterbukaan akses bagi perempuan saat ini.

Dari ketiga indikator pembentuk IDG yang telah dicapai di tahun 2020, penurunan IDG disebabkan oleh penurunan pada indikator keterwakilan perempuan di parlemen selama lima tahun terakhir.

Persentase keterwakilan perempuan menurun menjadi 29,27 persen (2020) dari 37,78 persen (2016).

Sedangkan kedua indikator pembentuk IDG lainnya, yaitu perempuan sebagai tenaga profesional dan sumbangan pendapatan perempuan mengalami peningkatan, meskipun kecil.

Pada indikator perempuan sebagai tenaga profesional terdapat kenaikan sebesar 0.25 persen. Kemudian pada indikator sumbangan pendapatan perempuan sebanyak 0.94 persen.

Dengan adanya peningkatan pada dua indikator pembentuk IDG dapat diartikan bahwa pemberdayaan gender di Sulawesi Utara secara bertahap diharapkan dapat mengalami kemajuan di tahun-tahun yang akan datang.

Berdasarkan data yang telah dipaparkan, perlu pula menjadi perhatian bahwa tidak hanya kepada perempuan, upaya pemberdayaan gender juga harus dilakukan bersamaan dengan penguatan kesadaran laki-laki.

Keterlibatan laki-laki terutama laki-laki yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan sangat penting.

Selain agar laki-laki juga turut mempertimbangkan, memberi kesempatan, dan peluang, serta mengikutsertakan perempuan dalam berbagai pembangunan, keterlibatan laki-laki juga dapat memperkuat pengetahuan dan pemahaman laki-laki tentang kontribusi perempuan dalam pembangunan di Sulawesi Utara.

Dengan demikian, kesetaraan kerja sama antara laki-laki dan perempuan di semua sektor pembangunan akan semakin nyata yang pada akhirnya akan meningkatkan pemberdayaan pembangunan di Indonesia.

Saat ini, data IPG dan IDG tersedia dari tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten/kota yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, sehingga sangat membantu pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk dapat mengurangi kesenjangan antar daerah di Sulawesi Utara.

Koordinasi yang kuat dari semua pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk menjawab berbagai permasalahan terkait kesenjangan gender. (*)

Baca juga: Pemerintah akan Dirikan Pusat Jajanan Kuliner dan Cendera Mata di Likupang Sulawesi Utara

Baca juga: Parpol Baru, Cari Makan atau Cari Jodoh

Baca juga: Sosok Grace Batubara, Istri Juliari yang Jarang Terekspos, Sifat Asli Suaminya Terungkap

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved