Tajuk Tamu Tribun Manado

Perempuan Sulawesi Utara Hebat!

Memang tidak diragukan lagi hebatnya perempuan-perempuan Sulawesi Utara dari dulu hingga kini.

dokumentasi Tribun Manado
Dari kiri ke kanan: Dokter Marie Thomas, perempuan dokter spesialis pertama Indonesia; Gryesia Polii, peraih medali emas bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020; dan Maria Walanda Maramis, pahlawan nasional pejuang emansipasi perempuan. 

Hal ini sejalan dengan poin kelima pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu “Mencapai Kesetaraan Gender dan Memberdayakan Semua Perempuan dan Anak Perempuan”.

Tujuan ini memberikan kita gambaran bahwa figur laki-laki tidak melulu harus berada di baris terdepan dalam peningkatan pembangunan, tetapi keterlibatan figur perempuan juga dapat menjadi penentu kemajuan pembangunan di Sulawesi Utara.

Evaluasi hasil pembangunan yang berdasarkan pada keterlibatan laki-laki dan perempuan dapat dilihat melalui beberapa indikator diantaranya Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG).

IPG adalah indikator yang menggambarkan perbandingan antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) perempuan dan IPM laki-laki melalui pendekatan tiga dimensi dasar, yaitu dimensi kesehatan menggunakan angka umur harapan hidup, dimensi pendidikan menggunakan angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah, serta dimensi ekonomi menggunakan angka pengeluaran riil per kapita (disesuaikan).

Semakin kecil jarak angka IPG dengan nilai 100, maka semakin setara pembangunan antara perempuan dengan laki-laki.

Selanjutnya, IDG adalah indikator yang dapat menunjukkan apakah perempuan dapat memainkan peranan aktif dalam kehidupan ekonomi dan politik.

Tiga indikator yang digunakan dalam penyusunan IDG, yaitu keterwakilan perempuan di parlemen, persentase sumbangan perempuan dalam pendapatan kerja, dan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan melalui indikator perempuan sebagai tenaga manajerial, professional, administrasi, dan teknisi.

IPG Sulawesi Utara

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, IPG Sulawesi Utara terus mengalami penurunan kecuali di tahun 2017.

Di tahun 2020, IPG Sulawesi Utara tercatat 94,42. Angka ini menurun sebesar 0,62 poin dari IPG tahun 2016 sebesar 95,04.

Angka IPG 2020 diperoleh dari rasio IPM perempuan tahun 2020 sebesar 72,08 dibandingkan IPM laki-laki tahun 2020 sebesar 76,34.

Hal ini menunjukkan masih ada ketimpangan antargender dalam mencapai tujuan pembangunan di Sulawesi Utara.

Meskipun begitu, berdasarkan tingkatan kategori, kategori capaian IPM perempuan Sulawesi Utara sudah sama dengan capaian IPM laki-laki Sulawesi Utara yaitu berada pada kategori “tinggi”.

Capaian angka IPM laki-laki dan perempuan Sulawesi Utara di tahun 2020 sudah melebihi target IPM dalam RPJMD Sulawesi Utara 2016-2021.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved