Pelangi Sulawesi
Pemerintah akan Dirikan Pusat Jajanan Kuliner dan Cendera Mata di Likupang Sulawesi Utara
Kampanye Kemendag, Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI).
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kementerian Perdagangan (Kemendag) gencar dalam upaya penyelamatan perekonomian Indonesia.
Salah satu kampanye Kemendag untuk itu adalah Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI).
Hal tersebut diungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Oke Nurwan dalam acara Webinar Diginas Pelangi Sulawesi: Dari Sulawesi ke Mancanegara, Senin (23/8/2021).
"Kami juga ingin meningkatkan penggunaan produk dalam negeri dan meningkatkan jumlah UMKM yang onboarding platform digital," tambah Oke.
Di sisi lain menurut data yang dimiliki Kemendag, konsumsi rumah tangga di Indonesia masih menjadi penyumbang terbesar dalam pertumbuhan ekonomi.
"Konsumsi rumah tangga masih menjadi primadona di Indonesia yaitu 60 persen, investasi 30 persen, belanja pemerintah sekitar 15-18 persen, dan kegiatan ekspor-impor dua persen," ujar Oke.
Sayangnya peran e-commerce dalam penjualan produk konsumsi rumah tangga baru sekitar empat persen.
"Harapannya 2030 bisa meningkat menjadi 18 persen atau Rp 430 triliun," tambah Oke.
Selain itu, produk konsumsi rumah tangga di Indonesia masih banyak yang merupakan produk luar negeri atau impor.
Ia menjelaskan, jika e-commerce atau market place bisa berkontribusi terhadap penjualan produk dalam negeri yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga, maka perekonomian Indonesia bisa melesat.
"Mengingat konsumsi rumah tangga merupakan primadona di Indonesia," terangnya.
Hal yang sama diberlakukan bagi sektor pariwisata.
Di Likupang, Minahasa Utara, nantinya dalam Gernas BBI dan BWI yang memiliki tagline #pelangisulawesi Kemendag akan membangun pusat jajanan kuliner dan cendera mata.
"Kami juga akan mengadakan pelatihan kewirausahaan, adakan kemitraan dengan pelaku UMKM, in-store promotion produk premium UMKM, dan sebagainya," kata Oke.