Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

James Arthur Kojongian

Pengamat Soal Rekomendasi Pemecatan Terhadap James Arthur Kojongian dari Badan Kehormatan DPRD Sulut

Video penggerebekan terhadap JAK viral di media sosial setelah sang Istri Michaela Elsiana Paruntu terseret mobil.

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
Istimewa
James Arthur Kojongian 

Langkah diambil BK lanjut Saron merupakan representasi setiap fraksi. PDIP, Nasdem, Golkar, Demokrat, Nyiur Melambai. 

"Dengan semangat profesional anggota BK sepakat meninggalkan kepentingan partai kelompok apalagi pribadi," ujarnya.

Sandra mengatakan, BK melalui proses penyidikan dengan datang ke lokasi bertemu saksi mata, meminta klarifikasi ke saksi.

BK mengundang pakar peofesional sebagai saksi ahli terkait kasus ini.

Sandra menjelaskan, kronologi kejadian

JAK di dalam mobil bersama gadis insial AS, kemudian istrinya MEP  mengadang mobil meminta JAK langsung turun dari mobil. 

Sadar MEP merupakan istri sahnya. Berkali MEP meminta agar AS turun dari mobil.

JAK dengan sadar menjalankan mobil dengan niat agar MEP menepi, tapi MEP tetap bersikukuh tidak ingin menepi.

MEP kemudian naik ke deksel. JAK menjalankan mobil sehingga MEP bergelantungan sepanjang jalan.

Kondisi tersebut MEP minta tolong sehingga masyarakat berhamburan keluar rumah. Warga ikut membantu mengadang mobil 

BK menilai kejadian ini jelas JAK secara sengaja dan tidak sengaja telah merendahkan mawah harkat lembaga terhomat tercoreng.

Tidak hanya anggota dipercayakan, tapi JAK dipercaya sebagai wakil ketua, seharusnya mampu menjaga kewibawaan melekat ke pribadi tanpa melihat ruang dan waktu.

 Putusan Badan Kehormatan

Badan Kehormatan DPRD Sulut akhirnya tiba pada keputusan menyangkut kasus video pengadaan mobil berbalut kasus peselingkuhan melibatkan Wakil Ketua DPRD Sulut, James Arthur Kojongian (JAK)

DPRD Sulut pun mengagendakan Rapat Paripurna dalam rangka pengumuman keputusan BK tentang hasil pemeriksaan dugaan pelanggaran sumpah janji dan kode etik DPRD.

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulut, dr Fransiskus Silangen, didampingi Wakil Ketua Victor Mailangkay dan Billy Lombok, sementara James Arthur Kojongian yang jadi subjek putusan absen.

Adapun 29 Anggota hadir secara fisik di ruang Rapat Paripurna dan 5 orang mengikuti secara virtual.

Ketua BK DPRD Sulut, Sandra Rondonuwu pun membacakan laporan kasus tersebut.

"Saudara James Arthur Kojongian terbukti melanggar sumpah janji dan kode etik DPRD. Maka direkomendasikan untuk pemberhentian Saudara James Arthur Kojongian sebagai anggota DPRD Sulut," kata dia.

Pemecatan Anggota DPRD Diserahkan ke Golkar

"Poin pertama saudara JAK diberhentikan dari pimpinan DPRD Sulut, poin kedua pemberhentian sebagai anggota dewan diserahkan ke Partai Golkar," kata Ketua DPRD Sulut, dr Fransiskus Silangen

Ketua DPRD menjelaskan, proses verifikasi klarifikasi sudah dilakukan oleh BK atas pengaduan pimpinan, anggota DPRD, dan anggota masyarakat.

"Saya merespon situasi kondisi beredar sudah viral bukan nasional, tapi internasional melakukan verifikasi dan klarifikasi apakah ini satu kasus benar atau tidak. Itu sudah dilakukan BK.

Dan aduan masyarakat setelah instruksi dari pimpinan DPRD saya sendiri. Semua tahapan sudah lalui. Saya lanjutkan sidang paripurna di sidang hari ini," katanya.

Diketahui, Ketua Golkar Sulut adalah Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Kakak Ipar JAK.

JAK sudah dipecat dari jabatan Ketua Harian DPD Golkar Sulut.

(Aldi Ponge/Mejer Lumantow/ Arthur Rompis/ Ryo Noor/Tribun Manado)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved