Cuaca Ektrem
Cerita Wanita di Bitung saat Bencana, Kaget Dengar Bunyi Brak, Tembok Rumah Ambruk
Bunyi tembok atau dinding roboh didengar Meliana Warti (45) warga lingkungan 1 RT 05 Kelurahan Kakenturan 2 Kecamatan Maesa, Kota Bitung
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Brakk...Bunyi tembok atau dinding roboh didengar Meliana Warti (45) warga lingkungan 1 RT 05 Kelurahan Kakenturan 2 Kecamatan Maesa, Kota Bitung.
Tembok rumah permanen yang dihuni dua keluarga Mait Warti dan Mait Mudeng, satu di antara lokasi terdampak musibah bencana alam yang terjadi Sabtu (16/1/2021) pekan lalu.
Perempuan yang keseharian mengurus rumah tangga ini, kepada Tribunmanado.co.id bercerita tentang peristiwa itu terjadi dua kali.
Pertama pada hari Sabtu (16/1) sekitar pukul 11.00 wita, saat itu dirinya sedang mencuci pakaian dan di rumah bersama dua orang anaknya.
Baca juga: Ditetapkan Esok, Ini Perolehan Suara Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati JG-KWL
Baca juga: KPU dan Bawaslu Sulut Siap Hadapi Sengketa Pilkada Manado dan Boltim di MK
Baca juga: Wabup Bolmong Yanny Tuuk Siap Divaksin Covid-19
"Kaget terdengar bunyi braak. Setelah dilihat tembok di kamar mandi roboh. Sempat takut, lalu saya menelepon ketua RT untuk memberitaukan kejadian ini," kata Warti, Selasa (19/1/2021).
Rumah itu berada di daerah perbukitan, oleh warga setempat beri nama lokasi itu gang atau lorong belakang Gereja GMIM Bukit Karmel Kakenturan II.
Musibah tembok longsor kemudian terjadi keesokan harinya Minggu (17/1) siang, tembok kamar yang menjadi pembatas dengan kamar mandi roboh. Kamar itu dihuni anak dan menantunya.
Beruntung saat kejadian tidak ada orang di dalam kamar itu.
Baca juga: 25 Wilayah di Indonesia yang Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem Besok 20 Januari 2021
Baca juga: POPULER: Nicholas Saputra Banting Setir dari Artis Film Menjadi Petani Hingga Nasib Gayus Tambunan
Dari amatan Tribunmanado.co.id, lokasi rumah dua keluarga yang tinggal di satu bangunan rumah ini tepat berada di tepian tanah yang rawan longsor.
Peristiwa ini menurut Warti, baru pertama kali terjadi di rumahnya.
"Baru sekarang terjadi. Pernah kejadian longsor tapi di dekat rumah terjadi longsor,"tambahnya.
Selain bangunan tembok yang roboh, sejumlah seng dan kayu di bagian atap rumah ikut terpental karena angin kencang menerpa.
Baca juga: Kadis Kesehatan Bolmong Yakin, Warga Bolmong Percaya Vaksin Setelah Lihat Jokowi Divaksin
Dengan kondisi ini, setiap hujan deras dengan durasi lama dan angin kencang diselimuti rasa kekhawatiran dan takut.
"Sehingga kalau musim angin dan hujan, setiap malam tidak tidur lelap harus waspada dan memilih tidur di kamar bagian depan bersama anak-anak dan suami.
Karena kamar yang ditempati dekat sekali dengan kemiringan," kata dia.