Breaking News:

Profil Andi Silangen, Anak Pulau Penjual Es Lilin yang Kini Ketua DPRD Sulawesi Utara

Di mana pun orang Sanger berkumpul pasti akan bernyanyi. Ciri utama budaya Sangir adalah kesenian.

8. Bekerja Politik di Bawah Radar

Fransiskus Andi Silangen (kanan) dan Andrei Angouw di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulut, Senin (26/11/2020).

Tiga dekade atau 30 tahun menekuni profesi dokter, dr Andi kemudian putar haluan ke dunia politik tahun

2017. Masuk ke gelanggang politik, Andi seperti bekerja di bawah radar.

Mendadak namanya muncul menjadi calon Wakil Bupati Sangihe mendampingi Hironimus Rompas Makagansa.

Jalan terjal ditemui ketika gagal dalam pilkada Kabupaten Sangihe.

Prinsip hidup sejak kecil untuk fokus dalam pekerjaan dan bekerja keras, sebagaimana berjualan es lilin tak mengubah sikap Andi untuk terus berkiprah di politik.

Tahun 2019, Andi lolos proses calon legislatif melalui Partai PDI Perjuangan mewakili daerah pemilihan “leluhurnya” Nusa Utara, Kabupaten Sitaro, Kabupaten Sangihe dan Kabupaten Talaud. 

Selama masa kampanye calon legislatif, Andi menjajal puluhan pulau dari Biaro hingga ke Miangas serta Marore dan berjumpa masyarakat di wilayah Nusa Utara.

Ia mendengar keluh kesah warga yang hidup terbatas di kepulauan.

Masalah krusial adalah pelayanan kesehatan di pulau yang kerap tidak memiliki tenaga medis dokter dan perawat.

Meski pemerintah telah membangun rumah sakit dan puskesmas dan peralatan memadai serta harga BBM tinggi.

Ia menyebut perlu pembangunan pusat kesehatan di Gemeh, menjadi rujukan kesehatan masyarakat di gugusan kepulauan Nanusa.

Kalau ke Melonguane, ibukota Talaud terlalu jauh ongkos sewa perahu motor cukup mahal Rp2,5 juta.

Dari gugusan kepulauan Nanusa, seperti Marampit ke Gemeh berjarak dua jam perjalanan laut

Kerja politik Andi luput dari pantauan media, Andi juga mengaku tak suka mengumbar kerja politik ke media massa. Ia bekerja seperti di bawah radar.

Hampir setahun menjadi anggota DPRD, Andi mendapat peluang mengikuti tes calon Ketua DPRD Sulut.

Andrei Angouw mundur dari kursi Ketua DPRD Sulut karena maju sebagai calon Wali Kota Manado.

Hasil psikotes Andi memuaskan.

Satu pertanyaan diajukan, apakah Andi melakukan aktivitas bedah sebagaimana profesi awal sebagai dokter bedah digestif?

Andi menjawab dirinya sekarang menjadi dokter masyarakat, khusus mereka termarjirnal.

“Kalau dulu saya membedah satu orang pasien, sekarang saya membedah banyak orang terutama untuk masyarakat miskin,” katanya.

Angka kemiskinan di Sulawesi Utara tinggal menyisahkan 9 persen, bagi Andi ini adalah tantangan pemerintah dan wakil rakyat yang duduk di gedung ber-AC.

Katanya profesi dokter dan politisi adalah satu keping mata uang memiliki dua sisi, menjadi pelayan masyarakat.

Andi kemudian mengutip falsafah hidup Jacob Oetama, pendiri harian Kompas dalam bekerja.

“Bekerja secara sungguh adalah kombinasi kreatif antara intelegensia dan hati”.

Sukses selalu!. (*).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved