Pastor Marcellus
In Memoriam Pastor Marcel Rarun, Misionaris Penuh Cinta dan Pencipta Lagu Harmoni Kerukunan
Selamat bersama belasan penumpang dalam kecelakaan pesawat di Gorontalo, Pastor Marcel mendapat "berkat Tuhan dengan berlimpah ruah".
Oleh:
David Manewus
Umat Katolik Keuskupan Manado
PESAWAT Merpati MZ 7970 sudah siap mendarat di bandar udara Gorontalo, 30 Januari 1991.
Dari dalam pesawat Pastor Marcellus Rarun MSC, yang akrab dipanggil Pastor Marcel Rarun, hanya melihat kabut pekat.
Para penumpang merasa pesawat segera menyentuh landasan bandar udara Gorontalo.
Nyatanya, pesawat jatuh di hutan provinsi yang pernah bersatu dengan Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
Sesuai syair lagu "Hidup Rukun dan Damai" (Alangkah Bahagianya), lagu populer lintas agama dan budaya, Pastor Marcel mendapat "berkat Tuhan dengan berlimpah ruah".
Ia dan 17 penumpang pesawat lainnya selamat.
Setelah beberapa hari, mereka ditemukan oleh tim penyelamat yang mencari keberadaan mereka.
Sayang, ketika tim penyelamat datang satu di antara penumpang sudah meninggal; ia menderita asma dan tidak dapat bertahan hidup berhari-hari di hutan.
Demikianlah satu kisah unik Pastor Marcel Rarun, misionaris MSC yang dimakamkan di kompleks Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Kota Tomohon, Kamis (8/7/2021).
Kisah unik gembala yang sangat berjiwa misioner itu diceritakan Pastor Ignatius Welerubun MSC dan Pastor Kris Ludong, Ketua Komisi Kataketik dan Kerasulan Awam (Kerawam) Keuskupan Manado, dalam akun Youtube Komisi Kerawam Keuskupan Manado.
Jiwa misioner itu juga diceritakan Uskup Keuskupan Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam homilinya saat menjadi pelayan utama misa pelepasan Pastor Marcel Rarun di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Karombasan sebelum dimakamkan di hari yang sama.
"Kita merasa kehilangan sebagai seorang imam, sebagai MSC, juga sebagai saudara dalam keluarga," kata Uskup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pastor-marcel-rarun-misa-rekuiem.jpg)